Bahas Masalah Kawasan, Menlu RI Komunikasi dengan Menlu Timteng
Rabu, 07 Juni 2017 - 17:43 WIB
Bahas Masalah Kawasan, Menlu RI Komunikasi dengan Menlu Timteng
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi dilaporkan telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Turki dan Iran guna membahas situasi di kawasan Timur Tengah.
"Saya membahas dengan para Menlu Timur Tengah mengenai perkembangan kawasan dan menyampaikan pandangan serta kesiapan Indonesia untuk berkontribusi," kata Retno, seperti tertuang dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Rabu (7/6).
Retno kemudian menyampaikan keprihatinan Indonesia mengenai perkembangan situasi di kawasan. Lebih lanjut dia menekankan pentingnya agar negara-negara di Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan.
Dia mengharapkan, negara-negara yang secara langsung terlibat dalam situasi ini mengedepankan dialog dan rekonsiliasiuntuk menyelesaikan masalah. Dalam kaitan ini, Menlu RI menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi.
Dalam perjalanan kembali dari kunjungan kerja di Nigeria, Menlu RI transit di Doha untuk bertemu dengan Dubes RI untuk Qatar, guna mendapatkan laporan terkait situasi terkini dan keadaan WNI di Qatar. Pada pertemuan tersebut, Dubes RI si Qatar menyampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih normal. Ketersediaan bahan makanan dan barang di supermarket dan toko juga masih normal.
Dubes RI juga telah melakukan komunikasi dengan kelompok kelompok WNI di Doha untuk memastikan kondisi WNI dan menyampaikan kesiapan KBRI untuk memberikan perlindungan. Dalam rangka meningkatkan perlindungan, telah dibentuk Satgas khusus.
"Saya harapkan WNI di Qatar untuk segera melakukan komunikasi dengan KBRI jika membutuhkan bantuan," tutur Retno.
Jumlah WNI di Qatar yang telah melapor diri ke KBRI per Juni 2017 ada sekitar 29 ribu. KBRI juga merilis hotlien yang dapat dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan dan informasi, yakni di nomor+974 3332 2875.
"Saya membahas dengan para Menlu Timur Tengah mengenai perkembangan kawasan dan menyampaikan pandangan serta kesiapan Indonesia untuk berkontribusi," kata Retno, seperti tertuang dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Rabu (7/6).
Retno kemudian menyampaikan keprihatinan Indonesia mengenai perkembangan situasi di kawasan. Lebih lanjut dia menekankan pentingnya agar negara-negara di Timur Tengah menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan.
Dia mengharapkan, negara-negara yang secara langsung terlibat dalam situasi ini mengedepankan dialog dan rekonsiliasiuntuk menyelesaikan masalah. Dalam kaitan ini, Menlu RI menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi.
Dalam perjalanan kembali dari kunjungan kerja di Nigeria, Menlu RI transit di Doha untuk bertemu dengan Dubes RI untuk Qatar, guna mendapatkan laporan terkait situasi terkini dan keadaan WNI di Qatar. Pada pertemuan tersebut, Dubes RI si Qatar menyampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih normal. Ketersediaan bahan makanan dan barang di supermarket dan toko juga masih normal.
Dubes RI juga telah melakukan komunikasi dengan kelompok kelompok WNI di Doha untuk memastikan kondisi WNI dan menyampaikan kesiapan KBRI untuk memberikan perlindungan. Dalam rangka meningkatkan perlindungan, telah dibentuk Satgas khusus.
"Saya harapkan WNI di Qatar untuk segera melakukan komunikasi dengan KBRI jika membutuhkan bantuan," tutur Retno.
Jumlah WNI di Qatar yang telah melapor diri ke KBRI per Juni 2017 ada sekitar 29 ribu. KBRI juga merilis hotlien yang dapat dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan dan informasi, yakni di nomor+974 3332 2875.
(esn)