Netanyahu Tegaskan Tak Akan Tarik Mundur Tentara dari Wilayah Palestina
Selasa, 06 Juni 2017 - 17:40 WIB
Netanyahu Tegaskan Tak Akan Tarik Mundur Tentara dari Wilayah Palestina
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, ia tidak akan menarik mundur tentara dari wilayah Palestina yang diduduki. Dia menyatakan, kontrol militer atas wilayah tersebut akan terus dipertahankan.
"Kami mencari kedamaian dengan tetangga kita, kedamaian sejati, yang akan bertahan dalam masa generasi. Oleh karena itu, kita akan menjaga kendali militer atas semua wilayah di sebelah barat sungai Yordania dengan kesepakatan atau tanpa mencapainya sama sekali," kata Netanyahu.
"Warga Palestina harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi, karena ini adalah dasar untuk mencapai perdamaian," sambung pemimpin Negeri Zionis tersebut, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (6/6)/
Sebelumnya, Otoritas Palestina menyatakan, Palestina tidak akan menandatangani perjanjian damai dengan Israel jika negara Yahudi itu tetap mempertahankan kehadiran militer di tanah Palestina.
Juru bicara otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan mengatakan, pemerintah Palestina tidak akan membiarkan satupun tentara Israel bertahan di negara Palestina yang merdeka.
Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, pada tahun 1967. Saat ini, terdapat sekitar 200 ribu pemukim Yahudi tinggal di Yerusalem Timur, dengan 400 ribu lainnya di Tepi Barat. Menurut hukum internasional, semua permukiman Yahudi yang dibangun di wilayah-wilayah pendudukan dianggap ilegal.
"Kami mencari kedamaian dengan tetangga kita, kedamaian sejati, yang akan bertahan dalam masa generasi. Oleh karena itu, kita akan menjaga kendali militer atas semua wilayah di sebelah barat sungai Yordania dengan kesepakatan atau tanpa mencapainya sama sekali," kata Netanyahu.
"Warga Palestina harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi, karena ini adalah dasar untuk mencapai perdamaian," sambung pemimpin Negeri Zionis tersebut, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (6/6)/
Sebelumnya, Otoritas Palestina menyatakan, Palestina tidak akan menandatangani perjanjian damai dengan Israel jika negara Yahudi itu tetap mempertahankan kehadiran militer di tanah Palestina.
Juru bicara otoritas Palestina, Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan mengatakan, pemerintah Palestina tidak akan membiarkan satupun tentara Israel bertahan di negara Palestina yang merdeka.
Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, pada tahun 1967. Saat ini, terdapat sekitar 200 ribu pemukim Yahudi tinggal di Yerusalem Timur, dengan 400 ribu lainnya di Tepi Barat. Menurut hukum internasional, semua permukiman Yahudi yang dibangun di wilayah-wilayah pendudukan dianggap ilegal.
(esn)