Duterte: Penyerang Resorts World Orang Gila, Bukan Teroris

Minggu, 04 Juni 2017 - 11:43 WIB
Duterte: Penyerang Resorts...
Duterte: Penyerang Resorts World Orang Gila, Bukan Teroris
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte angkat bicara terkait serangan di Resort World Manila. Ia mengatakan serangan mematikan itu bukanlah hasil kerja ISIS dan pelaku adalah orang gila.

Ini adalah pernyataan pertama Duterte terkait serangan tersebut. Duterte mengatakan penyerang itu "gila" karena dia mencuri chip kasino, meski dia tidak bisa menggunakannya. Dia mengatakan serangan ISIS lebih kejam dan brutal.

"Mereka hanya akan membunuh orang dengan sia-sia, bahkan untuk alasan tertentu," katanya katanya seperti dikutip dari ABC.net.au, Minggu (4/6/2017).

"Dan itulah alasan mengapa dunia saat ini bersatu untuk melawan momok terorisme ini, terutama jika Anda membunuh atas nama Tuhan. Tidak ada sajak atau alasan sebenarnya," imbuhnya.

Komentar Duterte selaras dengan pernyataan polisi sebelumnya mengenai motif penyerang. Namun pernyataan ini bertentangan dengan komentar politisi Filipina Pantaleon Alvarez, yang mengatakan bahwa pelaku adalah seorang Lone Wolf atau serigala tunggal. Lone Wolf adalah teroris yang bekerja sendirian.

Alvarez, anggota dari majelis rendah Kongres dan sekutu dekat Presiden Duterte, mengatakan dia tidak yakin bahwa insiden tersebut adalah kasus kriminal perampokan bersenjata dan pembakaran.

"Ini adalah contoh nyata dari serangan teroris Lone Wolf yang menargetkan warga sipil untuk menimbulkan kerugian maksimal dalam kehidupan dan kerusakan properti, seperti yang terjadi di negara lain," kata Alvarez dalam sebuah pernyataan.

"Kami harus menyusun rencana yang jelas dan lebih baik untuk mengamankan Metro Manila dan pusat-pusat urban lainnya dari kelompok-kelompok yang terkait ISIS yang telah kami ketahui akan berusaha untuk membunuh dan melukai dalam pencarian ideologi jihad mereka," kata Alvarez lagi.

Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun dibantah oleh pejabat Filipina yang mengatakan bahwa hal itu tampaknya merupakan perampokan yang gagal.

Juru bicara Duterte, Ernesto Abella, mengatakan pada hari Jumat bahwa tidak ada bukti yang menghubungkannya dengan pertempuran antara pasukan pemerintah dan militan Islam di selatan negara tersebut.

Filipina berada dalam siaga tinggi di tengah krisis di kota Marawi, di pulau selatan Mindanao, di mana tentara telah memerangi pemberontak Islam sejak 23 Mei dan darurat militer diberlakukan.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
6 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
7 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
8 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
9 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
10 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Infografis
10 Fakta Menarik Miss...
10 Fakta Menarik Miss World 2025 Opal Suchata Chuangsri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved