AS Keluar dari Perjanjian Paris, Dunia Kecam Keputusan Trump

Jum'at, 02 Juni 2017 - 13:13 WIB
AS Keluar dari Perjanjian...
AS Keluar dari Perjanjian Paris, Dunia Kecam Keputusan Trump
A A A
WASHINGTON - Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik negaranya dari Perjanjian Perancis berbuntut panjang. Dunia internasional mengecam keputusan Trump yang merupakan perwujudan dari janji kampanyenya saat pemilu presiden lalu.

Seperti dinukil dari BBC, Jumat (2/6/2017), kecaman datang dari sejumlah lembaga internasional seperti PBB dan Uni Eropa. Sejumlah tokoh internasional pun angkat bicara, termasuk dari dalam AS sendiri.

Juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyebut keputusan Trump sebuah kekecewaan besar. Dujarric mengatakan bahwa ini adalah kekecewaan besar bagi upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mempromosikan keamanan global.

Mantan Presiden AS Barack Obama, yang menyetujui kesepakatan Paris, segera mengkritik langkah tersebut dan menuduh pemerintahan Trump "menolak masa depan".

Sedangkan Kepala eksekutif Disney Robert Iger dan pengusaha Elon Musk keduanya mengundurkan diri dari dewan penasihat Gedung Putih. "Perubahan iklim itu nyata. Meninggalkan Perjanjian Paris tidak baik untuk AS atau dunia," kata Musk, kepala raksasa teknologi Tesla.

Sementara Uni Eropa mengatakan bahwa ini adalah hari yang menyedihkan bagi dunia. Sedangkan para pemimpin Prancis, Jerman dan Italia juga mengeluarkan sebuah pernyataan bersama yang menolak sebuah renegosiasi kesepakatan.

"Kami menganggap momentum yang dihasilkan di Paris pada bulan Desember 2015 tidak dapat diubah dan kami sangat yakin bahwa kesepakatan Paris tidak dapat dinegosiasi ulang, karena ini adalah instrumen vital bagi planet, masyarakat dan ekonomi kita," bunyi pernyataan bersama itu.

Sedangan Kanada, melalui Perdana Menteri Justin Trudeau, "sangat kecewa" dengan keputusan Presiden Trump.

Kekecewaan juga diungkapkan Perdana Menteri Inggris Theresa May. Melalui sambungan telepon May mengatakan kepada Trump bahwa perjanjian tersebut untuk melindungi kemakmuran dan kesejahteraan generasi masa depan.

Pemimpin negara-negara Nordik seperti Swedia, Finlandia, Denmark, Norwegia, dan Islandia juga mengutuk langkah tersebut.

Negara pulau kecil yang keberadaannya terancam oleh kenaikan permukaan air laut sangat kritis atas keputusan tersebut. "Perjanjian Paris sangat penting bagi kita yang hidup di garis depan perubahan iklim," kata Presiden Kepulauan Marshall, Hilda Heine.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
29 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
59 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved