Rusia Berharap RI Bisa Bantu Meredam Ketegangan di Semenanjung Korea
Rabu, 24 Mei 2017 - 03:36 WIB
Rusia Berharap RI Bisa Bantu Meredam Ketegangan di Semenanjung Korea
A
A
A
JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin menuturkan, pihaknya akan sangat menghargai jika Indonesia bisa berbuat sesuatu untuk membantu meredam ketegangan di Semenanjung Korea. Sama halnya dengan Rusia, Indonesia memiliki hubungan baik dan bersejarah dengan Korut.
Berbicara saat menggelar jumpa wartawan di atas kapal perang Rusia Varyag, yang tengah bersandar di Tanjung Priok, Jakarta, Galuzin menyatakan, harusnya semua negara turut membantu meredam ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea.
"Tentu saja, semua negara termasuk Indonesia bisa berbuat sesuatu untuk meredam ketegangan di sekitar Semenanjung Korea. Jika negara-negara tersebut berkontribusi pada solusi damai dalam krisis di sekitar Semenanjung Korea, itu akan sangat bagus. Rusia tentu saja akan sangat menghargai usaha itu," ucap Galuzin pada Selasa (23/5).
Seperti diketahui, hubungan Indonesia dan Korut seperti sudah terjalin sejak era Presiden Soekarno. Soekarno adalah sahabat tokoh pendiri, sekaligus presiden pertama Korut, Kim Il-sung.
Hubungan baik kedua negara ini juga ditandai dengan bunga anggrek Kimilsungia. Nama bunga yang disebut sebagai simbol persahabatan abadi antara Indonesia dan Korut itu diambil dari nama Kim Il-sung.
Nama itu diberikan saat Il-Sung diajak berkeliling di Kebun Raya Bogor oleh Presiden Soekarno pada 1965 silam. Saat itu Il-sung tertarik dengan bungan anggrek yang akhirnya didedikasikan khusus untuk dirinya.
Berbicara saat menggelar jumpa wartawan di atas kapal perang Rusia Varyag, yang tengah bersandar di Tanjung Priok, Jakarta, Galuzin menyatakan, harusnya semua negara turut membantu meredam ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea.
"Tentu saja, semua negara termasuk Indonesia bisa berbuat sesuatu untuk meredam ketegangan di sekitar Semenanjung Korea. Jika negara-negara tersebut berkontribusi pada solusi damai dalam krisis di sekitar Semenanjung Korea, itu akan sangat bagus. Rusia tentu saja akan sangat menghargai usaha itu," ucap Galuzin pada Selasa (23/5).
Seperti diketahui, hubungan Indonesia dan Korut seperti sudah terjalin sejak era Presiden Soekarno. Soekarno adalah sahabat tokoh pendiri, sekaligus presiden pertama Korut, Kim Il-sung.
Hubungan baik kedua negara ini juga ditandai dengan bunga anggrek Kimilsungia. Nama bunga yang disebut sebagai simbol persahabatan abadi antara Indonesia dan Korut itu diambil dari nama Kim Il-sung.
Nama itu diberikan saat Il-Sung diajak berkeliling di Kebun Raya Bogor oleh Presiden Soekarno pada 1965 silam. Saat itu Il-sung tertarik dengan bungan anggrek yang akhirnya didedikasikan khusus untuk dirinya.
(esn)