Tendang Wanita Muslim yang Hamil hingga Keguguran Preman Rasis Dibui

Selasa, 23 Mei 2017 - 09:46 WIB
Tendang Wanita Muslim...
Tendang Wanita Muslim yang Hamil hingga Keguguran Preman Rasis Dibui
A A A
LONDON - Seorang preman di Inggris dihukum tiga tahun lebih tujuh bulan penjara karena menendang wanita Muslim yang hamil hinggga mengalami keguguran. Hakim menyatakan tindakan terdakwa sebagai serangan rasis yang menyebabkan dua bayi kembar meninggal sebelum lahir.

Preman rasis bernama David Gallacher menyerang ibu dari empat anak, Samsam Haji-Ali, 34, dan suaminya di luar sebuah toko Co-op di Bletchley, Buckinghamshire, pada bulan Agustus 2016.

Terdakwa yang berusia 37 tahun itu terbukti melakukan pelanggaran fisik dan serangan bermotif rasial. Dia juga menyerang seorang petugas polisi.

Gallacher, yang tidak memiliki alamat tetap, mengakui semua tuduhan saat menjalani sidang di Pengadilan Tinggi Aylesbury.

“Anda datang ke sini dengan pakaian badut Anda, Anda adalah masalah di tempat ini,” teriak Gallcher saat menyerang korban, yang pengakuannya dibacakan jaksa.

Suami korban, Abdullah Sulamain, 40, mencoba menenangkan Gallacher. Namun, dia justru dipukul dengan sebotol anggur dan sekantong es. Pukulan itu membuatnya terluka dan membutuhkan jahitan.

Gallacher kemudian mulai menendang perut Haji-Ali berulang kali dan tidak berhenti saat perempuan itu menceritakan kehamilannya. Korban mengalami keguguran pada 24 Agustus, di mana petugas medis mengatakan kepadanya bahwa dia sedang hamil bayi kembar.

Hakim pengadilan Francis Sheridan menjuluki terdakwa sebagai “preman rasis”. ”Dia (korban) mengatakan kepadanya bahwa dia hamil dan dia (terdakwa) terus menendangnya setelah diberi tahu bahwa dia hamil,” kata Sheridan, seperti dikutip BBC, Selasa (23/5/2017).

”Dia (korban) dibiarkan berguling-guling di tanah dalam penderitaan dan kemudian mendapati dirinya mengalami pendarahan sebelum dia kehilangan bayinya,” lanjut hakim.

Polisi menahan Gallacher pada bulan September tahun lalu setelah meludahi petugas yang menangkapnya. Terdakwa juga mencoba menggigit petugas saat ditangkap dan mengatakan bahwa dia menderita hepatitis B.

Sheridan mengatakan beberapa kalimat kepada Gallacher saat membacakan vonis. “Ada unsur rasial untuk serangan ini. Terdakwa adalah seorang rasis lusuh dengan bahasa yang dia gunakan untuk wanita ini,” katanya.

”Sudah saatnya Anda mengetahui bahwa perilaku buruk dan pandangan buruk Anda adalah sesuatu dari masa lalu.”
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
31 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved