PBB: Kami Miliki Banyak Pertanyaan Soal Zona Aman Suriah
Kamis, 11 Mei 2017 - 20:55 WIB
PBB: Kami Miliki Banyak Pertanyaan Soal Zona Aman Suriah
A
A
A
NEW YORK - PBB mengaku memiliki banyak sekali pertanyaan mengenai kesepakatan Astana terbaru yang ditandatangani Rusia, Turki, dan Iran pada pekan lalu. Kesepakatan itu berisi pembentukan zona aman di Suriah.
Kesepakatan ini memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah operasional, seperti bagaimana cara memonitor zona tersebut, dan bagaiman memetakannya. Menurut kesepakatan itu, rincian itu harus rampung pada tanggal 4 Juni mendatang.
Penasihat kemanusiaan PBB, Jan Egeland mengatakan, pihaknya melihat belum ada perubahan situasi di Suriah paska adanya kesepakatan tersebut. Dia menyebut, sampai saat ini masih sangat sulit untuk bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Suriah.
"Rusia, Turki dan Iran menjelaskan kepada kami hari ini dan kemarin, mereka akan bekerja sangat terbuka, secara proaktif, dengan PBB dan mitra kemanusiaan untuk melaksanakan kesepakatan ini," kata Egeland, seperti dilansir Reuters pada Kamis (11/5).
"Kami memiliki sejuta pertanyaan dan kekhawatiran. Tapi saya pikir kita tidak memiliki kemewahan yang dimiliki beberapa orang, dari sinisme yang jauh ini, dan mengatakan hal itu akan gagal. Kami membutuhkan ini untuk sukses," sambungnya.
Meski demikian, menurut Egeland ada beberapa hal yang berubah paska adanya kesepakatan itu, salah satunya adalah adanya pengurangan serangan, baik melalui darat dan udara oleh pasukan Suriah dan juga Rusia.
Kesepakatan ini memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah operasional, seperti bagaimana cara memonitor zona tersebut, dan bagaiman memetakannya. Menurut kesepakatan itu, rincian itu harus rampung pada tanggal 4 Juni mendatang.
Penasihat kemanusiaan PBB, Jan Egeland mengatakan, pihaknya melihat belum ada perubahan situasi di Suriah paska adanya kesepakatan tersebut. Dia menyebut, sampai saat ini masih sangat sulit untuk bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Suriah.
"Rusia, Turki dan Iran menjelaskan kepada kami hari ini dan kemarin, mereka akan bekerja sangat terbuka, secara proaktif, dengan PBB dan mitra kemanusiaan untuk melaksanakan kesepakatan ini," kata Egeland, seperti dilansir Reuters pada Kamis (11/5).
"Kami memiliki sejuta pertanyaan dan kekhawatiran. Tapi saya pikir kita tidak memiliki kemewahan yang dimiliki beberapa orang, dari sinisme yang jauh ini, dan mengatakan hal itu akan gagal. Kami membutuhkan ini untuk sukses," sambungnya.
Meski demikian, menurut Egeland ada beberapa hal yang berubah paska adanya kesepakatan itu, salah satunya adalah adanya pengurangan serangan, baik melalui darat dan udara oleh pasukan Suriah dan juga Rusia.
(esn)