Selain Indonesia, Ini Negara yang Turut Melarang Hizbut Tahrir

Senin, 08 Mei 2017 - 17:50 WIB
Selain Indonesia, Ini...
Selain Indonesia, Ini Negara yang Turut Melarang Hizbut Tahrir
A A A
JAKARTA - Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), cabang dari Hizbut Tahrir internasional, oleh pemerintah Indonesia saat ini tengah menjadi perbincangan hangat. Pembubaran HTI diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.
Wiranto mengatakan, kegiatan HTI terindikasi kuat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Indikasi itu dianggap bertentangan dengan UU Ormas yang berlaku di Indonesia.
Namun, Indonesia bukanlah negara pertama yang melarang organisasi yang lahir di Palestina tersebut. Sejumlah negara, termasuk negara-negara di Timur Tengah telah melarang, atau mengwasi dengan ketat kegiatan kelompok tersebut.
Melansir Sydney Morning Herald pada Senin (8/5), Mesir, Irak, Yordania, Libya, Maroko, Arab Saudi, Suriah, Tunisia dan Turki - dan di sebagian besar wilayah Timur Tengah lainnya, kecuali Uni Emirat Arab (UEA), Lebanon dan Yaman, telah melarang kelompok itu.
Selain itu, kelompok ini juga dilarang di sejumlah negara lainnya seperti Rusia, Pakistan, Australia, serta Bangladesh. Sementara di Jerman, kelompok ini tidak dilarang, namun mereka tidak diperkenankan untuk terlibat dalam kegiatan politik.
Organisasi ini sendiri didirikan pada tahun 1953 di Palestina dengan klaim sebagai organisasi Muslim Sunni. Pendirinya adalah Syaikh Taqiuddin al-Nabhani, seorang sarjana hukum dan hakim pengadilan asal Palestina. Hizbut Tahrir ditengarai telah menyebar ke lebih dari 50 negara.
Mengutip situs resmi Hizbut Tahrir, organisasi itu mengklaim gerakannya menitikberatkan perjuangan dalam membangkitkan umat Islam di seluruh dunia untuk mengembalikan kehidupan Islam melalui tegaknya “Khilafah Islamiyah”.
Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dengan merintis dakwah di kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Pada era 1990-an ide-ide dakwah Hizbut Tahrir merambah ke masyarakat, melalui berbagai aktivitas dakwah di masjid, perkantoran, perusahaan, dan perumahan.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
46 menit yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
55 menit yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
1 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved