Tillerson kepada ASEAN: Potong Dana dan Minimalisir Hubungan dengan Korut
Jum'at, 05 Mei 2017 - 10:39 WIB
Tillerson kepada ASEAN: Potong Dana dan Minimalisir Hubungan dengan Korut
A
A
A
WASHINGTON - Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, melakukan pertemuan dengan menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Dalam pertemuan itu, Tillerson mendesak negara-negara ASEAN berbuat lebih banyak mengurangi aliran dana untuk program nuklir dan rudal Korea Utara (Korut). Ia juga meminta negara-negara ASEAN meminimalisir hubungan diplomatik dengan Pyongyang.
Dikatakan oleh Wakil Sekretaris Asisten Deputi AS untuk Asia Timur, Patrick Murphy, Tillerson meminta negara-negara ASEAN untuk menerapkan sanksi PBB secara penuh mengenai Pyongyang, yang bekerja untuk mengembangkan rudal balistik yang mampu mencapai AS. Hal itu sekaligus menunjukkan front persatuan mengenai masalah ini.
"Kami pikir lebih banyak yang bisa dilakukan, tidak hanya di Asia Tenggara. Kami mendorong terus dan langkah lebih lanjut di seluruh ASEAN," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/5/2017).
Untuk diketahui, semua anggota ASEAN memiliki hubungan diplomatik dengan Korut dan lima diantaranya memiliki kedutaan di sana.
Murphy menegaskan jika Washington tidak mendorong negara-negara Asean untuk secara formal memutus hubungan, namun untuk mempertimbangkan kehadiran Korut di mana hal itu jelas lebih membutuhkan hubungan diplomatik.
Dia mengatakan beberapa negara telah melakukan ini dan juga mempertimbangkan kehadiran pekerja Korut, sumber pendapatan penting lainnya untuk Pyongyang.
Terkait hal ini, beberapa pejabat ASEAN mengakui kekhawatirannya tentang Korut.
Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina Enrique Manalo, yang negaranya saat ini memimpin ASEAN, mengatakan akan membahas seruan AS untuk meminimalisir hubungan dengan Pyongyang.
"Kami belum benar-benar membahas hal tersebut di antara negara-negara ASEAN, jadi mungkin itu adalah sesuatu yang akan kami perhatikan," katanya.
"Perhatian kami secara langsung adalah mencoba dan memastikan ketegangan di Semenanjung Korea tidak meningkat. Hal terakhir yang ingin kita lihat adalah tidak meletus diluar perhitungan," katanya.
Sementara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa sanksi harus dilaksanakan sepenuhnya. Namun, ia menyatakan jika kehadiran Korut di negaranya sudah minim.
Ketika ditanya apakah hal itu bisa dikurangi, dia berkata: "Saya tidak akan mengatakan tidak pernah, tapi pada saat ini bukan itu masalahnya, kami akan mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB."
Dikatakan oleh Wakil Sekretaris Asisten Deputi AS untuk Asia Timur, Patrick Murphy, Tillerson meminta negara-negara ASEAN untuk menerapkan sanksi PBB secara penuh mengenai Pyongyang, yang bekerja untuk mengembangkan rudal balistik yang mampu mencapai AS. Hal itu sekaligus menunjukkan front persatuan mengenai masalah ini.
"Kami pikir lebih banyak yang bisa dilakukan, tidak hanya di Asia Tenggara. Kami mendorong terus dan langkah lebih lanjut di seluruh ASEAN," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/5/2017).
Untuk diketahui, semua anggota ASEAN memiliki hubungan diplomatik dengan Korut dan lima diantaranya memiliki kedutaan di sana.
Murphy menegaskan jika Washington tidak mendorong negara-negara Asean untuk secara formal memutus hubungan, namun untuk mempertimbangkan kehadiran Korut di mana hal itu jelas lebih membutuhkan hubungan diplomatik.
Dia mengatakan beberapa negara telah melakukan ini dan juga mempertimbangkan kehadiran pekerja Korut, sumber pendapatan penting lainnya untuk Pyongyang.
Terkait hal ini, beberapa pejabat ASEAN mengakui kekhawatirannya tentang Korut.
Sekretaris Urusan Luar Negeri Filipina Enrique Manalo, yang negaranya saat ini memimpin ASEAN, mengatakan akan membahas seruan AS untuk meminimalisir hubungan dengan Pyongyang.
"Kami belum benar-benar membahas hal tersebut di antara negara-negara ASEAN, jadi mungkin itu adalah sesuatu yang akan kami perhatikan," katanya.
"Perhatian kami secara langsung adalah mencoba dan memastikan ketegangan di Semenanjung Korea tidak meningkat. Hal terakhir yang ingin kita lihat adalah tidak meletus diluar perhitungan," katanya.
Sementara Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan bahwa sanksi harus dilaksanakan sepenuhnya. Namun, ia menyatakan jika kehadiran Korut di negaranya sudah minim.
Ketika ditanya apakah hal itu bisa dikurangi, dia berkata: "Saya tidak akan mengatakan tidak pernah, tapi pada saat ini bukan itu masalahnya, kami akan mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB."
(ian)