Ini Identitas Profesor Amerika yang Ditangkap Korut

Senin, 24 April 2017 - 13:25 WIB
Ini Identitas Profesor...
Ini Identitas Profesor Amerika yang Ditangkap Korut
A A A
PYONGYANG - Pyongyang University of Science and Technology (PSUT), sebuah universitas di Korut pada Senin (24/4/2017) mengonfirmasi profesor asal Amerika Serikat (AS) yang ditangkap aparat rezim Kim Jong-un. Warga AS itu bernama Kim Sang-duk alias Tony Kim.

Tony Kim merupakan warga AS kelahiran Korea Selatan. Dia sejatinya pengajar di PSUT. Tony Kim ditangkap pada Sabtu pekan lalu di bandara Pyongyang ketika hendak meninggalkan negara komunis tersebut.

“Investigasi terhadap Kim adalah untuk urusan yang tidak terkait dengan universitas,” kata pihak PSUT dalam pernyataan kepada BBC. Pihak berwenang Korut belum mengungkapkan alasan penangkapan profesor Amerika tersebut.

Baca:
Korut Tangkap Seorang Profesor Amerika


Menurut laporan yang dilansir Yonhap, Tony Kim, yang berusia 50-an tahun, terlibat dalam program bantuan dan telah berada di Korut untuk membahas kegiatan penyaluran bantuan.

Dia juga tercatat sebagai pengajar di Universitas Sains dan Teknologi Yanbian di China, yang berafiliasi dengan PUST. Namun, pihak universitas di Yanbian belum menjawab permintaan konfirmasi tentang sosok Tony Kim.

Rektor PUST, Park Chan-mo, yang dikutip Reuters mengatakan bahwa Tony Kim “telah terlibat dengan beberapa kegiatan lain di luar PUST seperti membantu panti asuhan”.

Dia merupakan warga ketiga AS yang saat ini ditahan di Korut. Penahanan ini terjadi di saat ketegangan antara Pyongyang dan Washington memanas menjelang kedatangan kapal induk AS, USS Carl Vinson, ke Semenajung Korea.

Dua warga AS lainnya yang ditahan rezim Kim Jong-un adalah Otto Warmbier, 22, dan Kim Dong Chul. Otto ditahan pada Januari tahun lalu dan dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa oleh pengadilan Korut atas tuduhan mencuri sebuah spanduk propaganda.

Sedangkan Kim Dong Chul, pada bulan Maret 2016 dijatuhi hukuman 10 tahun kerja paksa atas tuduhan menghasut.

Pada 2014, Pyongyang melepaskan seorang misionaris AS, Kenneth Bae, melalui diplomasi yang dilakukan pemerintah Barack Obama. Kenneth Bae sejatinya dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun pada tahun 2012 atas tuduhan melakukan tindakan yang melawan pemerintah Korut.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
3 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
4 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
5 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
7 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
8 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved