Terungkap, Intelijen Jerman Mata-matai Interpol di Seluruh Dunia

Minggu, 23 April 2017 - 03:31 WIB
Terungkap, Intelijen...
Terungkap, Intelijen Jerman Mata-matai Interpol di Seluruh Dunia
A A A
BERLIN - Dinas Intelijen Asing Jerman (BND) telah memata-matai kantor-kantor Organisasi Polisi Pidana Internasional (Interpol) di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Aksi BND ini diungkap Der Spiegel mengutip sebuah laporan rahasia.

BND tidak hanya memata-matai markas Interpol di Kota Lyon, Prancis, tetapi juga di sejumlah kantor Interpol yang berada di Austria, Denmark, Belgia, Yunani, Spanyol, Italia dan Amerika Serikat (AS). Majalah Jerman itu dalam laporannya menyebut kegiatan mata-mata BND di Interpol berlangsung sejak tahun 2000.

Secara total, ada lebih dari selusin kantor Interpol yang berada di berbagai wilayah di dunia—mulai dari Rusia hingga Amerika Latin—yang jadi target pengawasan agen-agen BND. Aksi pengawasan itu mencakup meretas alamat email, menyadap nomor telepon dan faks milik para petugas Interpol.

Dengan memata-matai para petugas Interpol itu, intelijen Jerman menemukan data-data yang berkaitan dengan kegiatan penyidik Interpol.

BND, masih menurut laporan Der Spiegel, juga memata-matai aktivitas organisasi polisi Eropa, Europol. Markas Europol yang jadi target mata-mata Jerman salah satunya yang berada di Den Haag, Belanda.

BND menolak untuk mengomentari bocoran laporan yang dipublikasikan majalah Jerman tersebut. Melalui seorang juru bicara, BND menyatakan hak menjawab operasi intelijen hanya dimiliki pemerintah dan beberapa komite parlemen Jerman.

Pemerintah Jerman juga menolak memberikan komentar apapun. ”Pemerintah federal memberikan laporan mengenai urusan intelijen hanya kepada komisi parlemen,” kata pemerintah Jerman melalui seorang juru bicara yang dilansir kantor berita DPA, Sabtu (23/4/2017).

Sementara itu, beberapa anggota parlemen Jerman marah dengan munculnya laporan tersebut. Konstantin von Notz, anggota parlemen dari Partai Hijau (Partai Green) yang merupakan anggota komite investigasi parlemen, mengecam kegiatan mata-mata BND sebagai ”skandal”.

”Kami sekarang tahu bahwa parlemen, berbagai perusahaan dan bahkan jurnalis dan penerbit telah ditargetkan, dan juga negara-negara sekutu,” kata von Notz, mengacu pada kegiatan surveilans BND.

Kegiatan itu, kata dia, menunjukkan ketidakefektifan pengawasan parlementer, serta kesalahan dalam sistem pembatasan hukum yang dikenakan terhadap dinas intelijen. "Ini merupakan ancaman bagi aturan hukum kita,” katanya, seperti dikutip Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
26 menit yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
1 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
2 jam yang lalu
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved