Korban Tewas Serangan Taliban ke Markas Tentara Afghanistan Tembus 140
Sabtu, 22 April 2017 - 13:41 WIB
Korban Tewas Serangan Taliban ke Markas Tentara Afghanistan Tembus 140
A
A
A
KABUL - Jumlah korban tewas akibat serangan kelompok Taliban ke markas tentara Afghanistan terus bertambah. Angka terakhir bahkan tembus lebih dari 100 tewas dalam serangan paling mematikan yang pernah terjadi di sebuah pangkalan militer.
Seorang pejabat di kota utara Mazar-i-Sharif, di mana serangan tersebut terjadi, mengatakan setidaknya 140 tentara tewas dan banyak lainnya luka-luka. Pejabat lain mengatakan, jumlah korban tewas bahkan lebih tinggi lagi seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/4/2017).
Para pejabat tersebut berbicara mengenai kondisi dalam kondisi anonimitas karena pemerintah belum merilis jumlah resmi korban akibat serangan tersebut.
Sementara pejabat Amerika Serikat (AS) di Washington pada hari Jumat telah menempatkan korban di lebih dari 50 orang tewas dan terluka.
Sebanyak 10 pejuang Taliban, yang mengenakan seragam tentara Afghanistan dan mengendarai kendaraan militer, melepaskan tembakan ke arah tentara yang tengah makan malam dan meninggalkan sebuah masjid setelah shalat Jumat, menurut para pejabat. "Penyerang menggunakan granat berpeluncur roket dan senapan," kata mereka.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan mengatakan, serangan tersebut merupakan pembalasan atas pembunuhan beberapa pemimpin senior Taliban baru-baru ini di Afghanistan utara.
Koalisi militer pimpinan NATO menyebarkan penasihat ke basis di mana serangan tersebut terjadi untuk melatih dan membantu pasukan Afghanistan. Namun pejabat koalisi mengatakan tidak ada pasukan internasional yang terlibat dalam serangan tersebut.
Pemerintah Afghanistan yang didukung Barat terkunci dalam perang yang berkepanjangan dengan gerilyawan Taliban dan kelompok militan lainnya.
Seorang pejabat di kota utara Mazar-i-Sharif, di mana serangan tersebut terjadi, mengatakan setidaknya 140 tentara tewas dan banyak lainnya luka-luka. Pejabat lain mengatakan, jumlah korban tewas bahkan lebih tinggi lagi seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/4/2017).
Para pejabat tersebut berbicara mengenai kondisi dalam kondisi anonimitas karena pemerintah belum merilis jumlah resmi korban akibat serangan tersebut.
Sementara pejabat Amerika Serikat (AS) di Washington pada hari Jumat telah menempatkan korban di lebih dari 50 orang tewas dan terluka.
Sebanyak 10 pejuang Taliban, yang mengenakan seragam tentara Afghanistan dan mengendarai kendaraan militer, melepaskan tembakan ke arah tentara yang tengah makan malam dan meninggalkan sebuah masjid setelah shalat Jumat, menurut para pejabat. "Penyerang menggunakan granat berpeluncur roket dan senapan," kata mereka.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan mengatakan, serangan tersebut merupakan pembalasan atas pembunuhan beberapa pemimpin senior Taliban baru-baru ini di Afghanistan utara.
Koalisi militer pimpinan NATO menyebarkan penasihat ke basis di mana serangan tersebut terjadi untuk melatih dan membantu pasukan Afghanistan. Namun pejabat koalisi mengatakan tidak ada pasukan internasional yang terlibat dalam serangan tersebut.
Pemerintah Afghanistan yang didukung Barat terkunci dalam perang yang berkepanjangan dengan gerilyawan Taliban dan kelompok militan lainnya.
(ian)