Iran Tegaskan Hormati Hasil Referendum Turki

Senin, 17 April 2017 - 19:22 WIB
Iran Tegaskan Hormati...
Iran Tegaskan Hormati Hasil Referendum Turki
A A A
TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, pihaknya menghormati hasil dari referendum yang berlangsung di Turki. Menurut Teheran, ini adalah pilihan masyarkat Turki, dan ini merupakan urusan dalam negeri Turki.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi menegaskan, Iran tidak akan turut campur dalam urusan dalam negeri negara lain. Terkait dengan dampak referendum itu, Gashemi menyebut, masih terlalu dini untuk membahas hal tersebut.
“Ini adalah masalah dalam negeri Turki dan Iran menghormati apa pun pilihan masyarakat Turki. Terlalu dini untuk membicarakan dampak dari hasil referendum ini, namun kita berharap itu akan membantu perdamaian dan stabilitas di kawasan dan tentunya Turki,” ucap Gashemi, seperti dilansir Mehrnews pada Senin (17/4).
Sementara itu, ketika ditanya mengenai kerjasama militer antara Iran, Turki, dan Rusia, Gashemi menyatakan kerjasama tersebut akan berjalan normal.
Sebelumnya diwartakan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim telah memenangkan referendum. Kemenangan ini memberikannya kekuatan yang besar dalam politik Turki modern.
Erdogan mengatakan, 25 juta orang telah mendukung usulan untuk menggantikan sistem parlementer Turki dengan sistem presidensial. Sebanyak 51,5 persen memberikan suara 'Ya' untuk merubah sistem pemerintahan.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
2 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
3 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
4 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
5 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
6 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
7 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved