Rusia Ajak AS Sambangi Lokasi Serangan Senjata Kimia Suriah
Kamis, 13 April 2017 - 18:22 WIB
Rusia Ajak AS Sambangi Lokasi Serangan Senjata Kimia Suriah
A
A
A
MOSKOW - Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Vladimir Safronkov menyatakan, pihaknya telah mengajak Amerika Serikat (AS) untuk mendatangi langsung lokasi serangan senjata kimia di Suriah. Dia menyebut ajakan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat bertemu Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Moskow, kemarin.
Safronkov meyatakan, dalam pertemuan tersebut Lavrov mengajak AS untuk membentuk sebuah misi internasional, yang dipimpin oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk menyelidiki secara langsung serangan senjata kimia di Suriah.
"Menteri Luar Negeri Rusia meminta Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson untuk bersama-sama meminta OPCW untuk segera membuat sebuah misi internasional yang independen guna mengunjungi Khan Sheikhoun dan pangkalan udara yang diserang AS, yang disebut sebagai tempat pesawat yang membawa senjata kimia lepas landas," kata Safronkov.
"Tillerson sedang mempertimbangkan permintaan itu dan kami berharap Washington akan memiliki reaksi yang konstruktif," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (13/4).
Ajakan ini sendiri, menurut Safronkov sekaligus bentuk kritik terhadap OPCW, yang menurutnya tidak melakukan apapun untuk menyelidiki insiden ini. Padahal, lanjut Safronkov, baik pemerintah Suriah ataupun pihak oposisi telah meminta untuk dilakukan penyelidikan secara independent terhadap serangan yang menewaskan 85 orang itu.
"Kedua pihak, yakni pemerintah Suriah dan oposisi telah meminta penyelidikan independen, tapi OPCW tidak melakukan apa-apa, untuk alasan yang tidak diketahui," tukasnya.
Safronkov meyatakan, dalam pertemuan tersebut Lavrov mengajak AS untuk membentuk sebuah misi internasional, yang dipimpin oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk menyelidiki secara langsung serangan senjata kimia di Suriah.
"Menteri Luar Negeri Rusia meminta Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson untuk bersama-sama meminta OPCW untuk segera membuat sebuah misi internasional yang independen guna mengunjungi Khan Sheikhoun dan pangkalan udara yang diserang AS, yang disebut sebagai tempat pesawat yang membawa senjata kimia lepas landas," kata Safronkov.
"Tillerson sedang mempertimbangkan permintaan itu dan kami berharap Washington akan memiliki reaksi yang konstruktif," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (13/4).
Ajakan ini sendiri, menurut Safronkov sekaligus bentuk kritik terhadap OPCW, yang menurutnya tidak melakukan apapun untuk menyelidiki insiden ini. Padahal, lanjut Safronkov, baik pemerintah Suriah ataupun pihak oposisi telah meminta untuk dilakukan penyelidikan secara independent terhadap serangan yang menewaskan 85 orang itu.
"Kedua pihak, yakni pemerintah Suriah dan oposisi telah meminta penyelidikan independen, tapi OPCW tidak melakukan apa-apa, untuk alasan yang tidak diketahui," tukasnya.
(esn)