Didekati Kapal Induk AS, Korut Nyatakan Siap Perang

Selasa, 11 April 2017 - 09:35 WIB
Didekati Kapal Induk...
Didekati Kapal Induk AS, Korut Nyatakan Siap Perang
A A A
PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) menyatakan diri siap perang setelah kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Carl Vinson dan armada tempurnya dikerahkan ke dekat perairan Korut di Semenanjung Korea. Dalam waktu yang hampir bersamaan, Presiden Donald Trump, memerintahkan penasihat militernya untuk mempersiapkan opsi rencana serangan terhadap Korut.

Kementerian Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK)—nama resmi Korut—mengutuk manuver Angkatan Laut AS. ”Ini untuk membuktikan bahwa AS bergerak sembrono untuk menyerang DPRK dan telah mencapai tahap serius,” kata kementerian itu yang dilansir kantor berita negara Korut, KCNA, Selasa (11/4/2017).

”DPRK siap untuk bereaksi terhadap modus perang yang diinginkan oleh AS,” lanjut kementerian itu.

”Kami akan membuat AS sepenuhnya bertanggung jawab atas konsekuensi bencana yang akan diemban oleh tindakan keterlaluan,” imbuh kementerian itu.

Baca:
Intai Kim Jong-un, Jet-jet Tempur AS Sibuk di Langit Korea


Korut juga menyatakan siap untuk merespons aksi AS yang mereka sebut “provokator” dengan senjata yang kuat.

”Kami akan mengambil penetralan terberat terhadap provokator untuk membela diri dengan kekuatan yang kuat dari senjata,” sambung kementerian itu.

Kapal induk USS Carl Vinson yang membawa sekitar 60 jet tempur dan ribuan personel di dek-nya semula dijadwalkan untuk melakukan kunjungan sebuah pelabuhan di Australia. Tapi, kapal induk dan armada tempurnya—termasuk dua kapal perang—dialihkan ke perairan Korut pada Sabtu pekan lalu setelah situasi di Semenanjung Korea memanas.

Baca juga:
Trump Perintahkan Penasihat Militer Siapkan Serangan ke Korut

Sebelumnya, salah satu penasihat militer Presiden Trump, Letnan Jenderal H.R. McMaster, mengonfirmasi perintah untuk menyiapkan opsi rencana serangan terhadap Korut. Salah satu opsi yang kemungkinan diambil militer AS adalah mengombinasikan aksi penggerebekan pasukan khusus dan serangan rudal pre-emptive.

Namun, salah satu masalah yang dihadapi dalam operasi militer yang dipimpin Amerika untuk menghantam pemimpin Pyongyang Kim Jong-Un adalah jaringan terowongan yang rumit di bawah Ibu Kota Pyongyang.

Para perencana perang AS dilaporkan mengalami kesulitan memetakan kompleks bawah tanah rezim Korut. Mereka percaya ada ratusan situs artileri dan pesawat di bawah tanah.

Berbicara kepada Fox News, McMaster mengatakan; “Ini bijaksana untuk melakukannya, bukan?”.

”Presiden sebelumnya dan Presiden Trump sepakat bahwa ini tidak dapat diterima, bahwa apa yang harus terjadi adalah denuklirisasi semenanjung (Korea),” ujar McMaster.

”Presiden telah meminta (kami) harus siap untuk memberikan berbagai macam pilihan untuk menghapus ancaman (nuklir) itu,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
30 menit yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
1 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved