Pengerahan Kapal Induk Reaksi Serius AS terhadap Korut

Senin, 10 April 2017 - 15:25 WIB
Pengerahan Kapal Induk...
Pengerahan Kapal Induk Reaksi Serius AS terhadap Korut
A A A
SEOUL - Pengerahan kapal induk USS Carl Vinson dengan armada tempurnya ke semenanjung Korea merupakan reaksi serius Amerika Serikat (AS) terhadap rezim Korea Utara (Korut). Komentar ini disampaikan pemerintah Korea Selatan (Korsel), Senin (10/4/2017).

Komando Pasifik AS yang berbasis di Hawaii mengumumkan pada hari Minggu kemarin bahwa armada tempur dari kapal induk Carl Vinson yang terdiri dari kapal induk tenaga nuklir USS Carl Vinson dan dua kapal perusak dengan rudal presisi telah dikerahkan dikirim ke perairan di dekat semenanjung Korea.

Armada ini sejatinya hendak menuju Australia, tetapi dialihkan ke semenanjung Korea karena meningkatnya ancaman dari rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un.

Kementerian Pertahanan Korsel melalui juru bicaranya, Moon Sang-Gyun, mengatakan, langkah AS ini menunjukkan komitmen Washington untuk memperkuat kemampuan pertahanan guna melawan tindakan provokatif rezim Korut, seperti peluncuran rudal balistik dan uji coba senjata nuklir.

”Pengerahan ini tampaknya mencerminkan persepsi keseriusan AS atas situasi di semenanjung Korea,” kata Sang-gyun, seperti dilansir Reuters.

Kapal induk AS itu membawa sekitar 5.000 personel dan lebih dari 60 pesawat jet tempur di dek-nya.

Namun, para pejabat di Seoul berusaha untuk meredam ketegangan dengan tidak berharap adanya konfrontasi militer dengan rezim Kim Jong-un.

”Tidak perlu untuk khawatir banyak. AS mengatakan pihaknya mendukung kebijakan Korea Selatan terhadap Korut, dan pemerintah kita bermaksud untuk menyelesaikan semua masalah secara damai,” ujar juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Lee Duck-hang.

Menurutnya, AS dan Korsel berniat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan dengan memecahkan masalah secara damai dengan Korut.

Analis juga memperingatkan risiko terparah jika AS konfrontasi militer dengan Korut. ”Baik AS maupun Korut akan mengambil inisiatif untuk berperang, tapi risiko konflik lebih tinggi seperti salah perhitungan atau kecelakaan yang bisa membawa perang untuk semenanjung,” kata Zhang Tuosheng dari China Foundation for International and Strategic Studies seperti dikutip South China Morning Post.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
46 menit yang lalu
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
2 jam yang lalu
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
3 jam yang lalu
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
5 jam yang lalu
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved