AS Ancam PBB Terkait Suriah
Kamis, 06 April 2017 - 21:39 WIB
AS Ancam PBB Terkait Suriah
A
A
A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) mengancam akan mengambil tindakan sendiri jika PBB gagal mengambil sikap terkait Suriah. Ancaman ini datang setelah adanya pertemuan darurat di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membahas serangan senjata kimia di Suriah.
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk merespon serangan tersebut. Langkah itu akan diambil jika DK PBB gagal mencapai kesepakatan dalam mengecam dan bertindak terkait serangan terbaru di Suriah.
"Ketika PBB secara konsisten gagal dalam menjalankan tugasnya untuk bertindak secara kolektif, ada saat-saat dalam kehidupan negara kita dipaksa untuk mengambil tindakan kita sendiri," kata Haley, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (6/4).
Dia kemudian melemparkan kecaman kepada Rusia karena dinilai gagal mengendalikan pemerintah Suriah. Menurutnya, sebagai sekutu dengan Suriah, Rusia harusnya bisa mencegah serangan mengerikan semacam ini terjadi.
"Berapa banyak lagi anak-anak harus mati sebelum Rusia peduli? Jika Rusia memiliki pengaruh di Suriah, dimana mereka mengklaim memiliknya, kita perlu melihat mereka menggunakannya. Kita perlu melihat mereka mengakhiri perbuatan mengerikan ini," tukasnya.
Terkait dengan pemungutan suara untuk mengecam dan merespon serangan senjata kimia di Suriah, tiga negara yang mengajukan usulan, yakni Inggris, Prancis dan AS memutuskan untuk menunda pemungutan suara tersebut. Penundaan ini dilakukan untuk memberikan waktu untuk bernegosiasi dengan Rusia.
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk merespon serangan tersebut. Langkah itu akan diambil jika DK PBB gagal mencapai kesepakatan dalam mengecam dan bertindak terkait serangan terbaru di Suriah.
"Ketika PBB secara konsisten gagal dalam menjalankan tugasnya untuk bertindak secara kolektif, ada saat-saat dalam kehidupan negara kita dipaksa untuk mengambil tindakan kita sendiri," kata Haley, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (6/4).
Dia kemudian melemparkan kecaman kepada Rusia karena dinilai gagal mengendalikan pemerintah Suriah. Menurutnya, sebagai sekutu dengan Suriah, Rusia harusnya bisa mencegah serangan mengerikan semacam ini terjadi.
"Berapa banyak lagi anak-anak harus mati sebelum Rusia peduli? Jika Rusia memiliki pengaruh di Suriah, dimana mereka mengklaim memiliknya, kita perlu melihat mereka menggunakannya. Kita perlu melihat mereka mengakhiri perbuatan mengerikan ini," tukasnya.
Terkait dengan pemungutan suara untuk mengecam dan merespon serangan senjata kimia di Suriah, tiga negara yang mengajukan usulan, yakni Inggris, Prancis dan AS memutuskan untuk menunda pemungutan suara tersebut. Penundaan ini dilakukan untuk memberikan waktu untuk bernegosiasi dengan Rusia.
(esn)