Berdalih Cek Menstruasi, 70 Siswi India Ditelanjangi

Sabtu, 01 April 2017 - 16:01 WIB
Berdalih Cek Menstruasi,...
Berdalih Cek Menstruasi, 70 Siswi India Ditelanjangi
A A A
NEW DELHI - Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh, India, menyelidiki pihak sekolah setelah muncul laporan sebanyak 70 siswi ditelanjangi pihak pengawas sekolah. Tindakan keterlaluan ini dengan dalih untuk mengecek siapa yang menstruasi.

Pengecekan itu dilakukan setelah pengawas sekolah menemukan ceceran darah di pintu kamar mandi. Penyelidikan secara resmi diluncurkan pada Jumat kemarin.

Ke-70 gadis itu merupakan siswi Kasturba Gandhi Girls Residential School. Pengawas sekolah yang melakukan pemeriksaan itu diketahui bernama Surekha Tomar.

Penyelidikan dilakukan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti aduan para orang tua siswi. Tomar di sekolah tersebut tercatat sebagai karyawan kontrak.

Sekolah itu berlokasi di Desa Digri, di Uttar Pradesh. Para siswi yang menolak dilucuti pakaiannya diancam akan dihukum secara mengerikan.

“Ada beberapa darah di pintu kamar mandi. Dia ingin mengecek. Dia meminta kami untuk telanjang. Dia ingin memeriksa apakah salah satu dari kami sudah mengalami periode (menstruasi),” kata salah satu siswi yang ditanya pihak penyidik polisi.

”Dia mengatakan kepada dua teman sekolah kami untuk memeriksa dan mengatakan jika Anda tidak memberi tahu kami, saya akan mengalahkan Anda,” lanjut siswi tersebut.
Insiden itu terjadi pada hari Kamis. Pengawas menghentikan pemeriksaan setelah ada keluhan dari orang tua siswi.

Awalnya, Tomar membela tindakannya dengan mengatakan bahwa dia menemukan darah di pintu kamar mandi. Dia pikir darah itu berasal dari salah satu siswi yang mulai menstruasi untuk pertama kalinya.

”Saya pikir berusia 10 tahun mungkin merasa takut atau malu untuk memberitahu saya jika mereka telah mulai merasakan periode (menstruasi), jadi saya ingin mencari tahu. Saya seperti wali mereka. Jika saya meminta mereka sesuatu seperti ini atau memeriksa mereka, saya tidak melakukan kejahatan,” ujarnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (1/4/2017).

Namun, Tomar kemudian menyangkal seluruh kejadian. Menurutnya, laporan yang muncul adalah konspirasi dari rekan-rekannya yang sudah kehilangan pekerjaan.

Seorang menteri di Uttar Pradesh Shrikant Sharma telah mengutuk tindakan itu. Dia meminta penyelidikan dilakukan secara tuntas untuk mengetahui kebenarannya.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
45 menit yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
53 menit yang lalu
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
2 jam yang lalu
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
4 jam yang lalu
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
5 jam yang lalu
Infografis
9 Madrasah Terbaik di...
9 Madrasah Terbaik di Indonesia 2025, Cek Sekolahmu Nomor Berapa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved