Peringati Teror London, Polisi dan Pemuda Muslim Buat Rantai Manusia
Rabu, 29 Maret 2017 - 23:59 WIB
Peringati Teror London, Polisi dan Pemuda Muslim Buat Rantai Manusia
A
A
A
LONDON - Polisi, pemuda Muslim dan ratusan orang lainnya membuat rantai manusia dengan saling mengaitkan tangan satu dengan yang lainnya di Westminster Bridge. Mereka melakukan itu untuk menghormati empat orang yang tewas dalam serangan teroris yang terjadi seminggu lalu.
Semua orang yang hadir berdiam diri tepat pukul 2:40 untuk menandai ketika Khalid Masood mulai menabrakan mobilnya ke pejalan kaki yang menewaskan tiga orang. Masood kemudian melakukan serangan fatal dengan menikam seorang polisi di halaman Parlemen Inggris seperti dikutip dari ABC News, Rabu (29/3/2017).
Perawat dan dokter dari rumah satkit St Thomas, di mana banyak korban luka akibat teror London dirawat, turut bergabung dalam acara itu. Jembatan Westminster sendiri sengaja ditutup untuk kegiatan tersebut.
Terlihat anak-anak sekolah menggenggam mawar kuning bertuliskan "Islam katakan tidak pada teror" dan "Jangan bunuh orang yang tidak bersalah" saat mereka berjalan diatas jembatan yang melintasi Sungai Thames itu.
Ratusan anggota Asosiasi Pemuda Muslim Ahmadiyah mengenakan T-shirt dengan pesan "Saya seorang Muslim, silakan tanya saya tentang apapun". Zafir Malik, seorang pemipin dari organisasi itu mengatkan bahwa kelompoknya ingin menunjukkan serangan itu tidak ada hubungannya dengan Islam.
"Kami di sini untuk menunjukkan bahwa kita bersatu dengan rekan-rekan senegara kami dan mengingat mereka yang telah tewas, terutama petugas polisi Keith Palmer. Kami di sini dan menunjukkan solidaritas kami untuk negara," katanya.
Peringatan itu datang seiring dengan pemeriksaan terhadap tewasnya turis asal Amerika Serikat (AS) Kurt Cochran, pensiunan pembersih jendela Leslie Rhodes, guru sekolah Aysha Frade, dan Keith Palmer.
Detektif Inspektur John Crossley mengatakan "lebih" dari 35 orang terluka dalam serangan 22 Maret lalu, dengan luka mulai dari luka dan memar hingga "patah tulang ."
"Sopir tampaknya dua kali berusaha menargetkan para pejalan kali, sebelum menghantam trotoar pada akhirnya dan menabrakan kendaraannya ke gerbang timur parlemen Gedung Parlemen," jelas Crossley.
Semua orang yang hadir berdiam diri tepat pukul 2:40 untuk menandai ketika Khalid Masood mulai menabrakan mobilnya ke pejalan kaki yang menewaskan tiga orang. Masood kemudian melakukan serangan fatal dengan menikam seorang polisi di halaman Parlemen Inggris seperti dikutip dari ABC News, Rabu (29/3/2017).
Perawat dan dokter dari rumah satkit St Thomas, di mana banyak korban luka akibat teror London dirawat, turut bergabung dalam acara itu. Jembatan Westminster sendiri sengaja ditutup untuk kegiatan tersebut.
Terlihat anak-anak sekolah menggenggam mawar kuning bertuliskan "Islam katakan tidak pada teror" dan "Jangan bunuh orang yang tidak bersalah" saat mereka berjalan diatas jembatan yang melintasi Sungai Thames itu.
Ratusan anggota Asosiasi Pemuda Muslim Ahmadiyah mengenakan T-shirt dengan pesan "Saya seorang Muslim, silakan tanya saya tentang apapun". Zafir Malik, seorang pemipin dari organisasi itu mengatkan bahwa kelompoknya ingin menunjukkan serangan itu tidak ada hubungannya dengan Islam.
"Kami di sini untuk menunjukkan bahwa kita bersatu dengan rekan-rekan senegara kami dan mengingat mereka yang telah tewas, terutama petugas polisi Keith Palmer. Kami di sini dan menunjukkan solidaritas kami untuk negara," katanya.
Peringatan itu datang seiring dengan pemeriksaan terhadap tewasnya turis asal Amerika Serikat (AS) Kurt Cochran, pensiunan pembersih jendela Leslie Rhodes, guru sekolah Aysha Frade, dan Keith Palmer.
Detektif Inspektur John Crossley mengatakan "lebih" dari 35 orang terluka dalam serangan 22 Maret lalu, dengan luka mulai dari luka dan memar hingga "patah tulang ."
"Sopir tampaknya dua kali berusaha menargetkan para pejalan kali, sebelum menghantam trotoar pada akhirnya dan menabrakan kendaraannya ke gerbang timur parlemen Gedung Parlemen," jelas Crossley.
(ian)