Polisi Inggris Yakin Pelaku Teror London Beraksi Sendirian

Minggu, 26 Maret 2017 - 12:25 WIB
Polisi Inggris Yakin...
Polisi Inggris Yakin Pelaku Teror London Beraksi Sendirian
A A A
LONDON - Polisi anti-terorisme Inggris mengatakan mereka masih percaya pelaku teror London bertindak sendirian alias pelaku tunggal. Namun, mereka belum menemukan motif pelaku melancarkan serangan mematikan di luar gedung parlemen.

Mualaf kelahiran Inggris, Khalid Masood, ditembak mati setelah membunuh empat orang termasuk seorang polisi. Ia sengaja menabrakan mobilnya ke pejalan kaki dan mencoba memaksa masuk ke gedung parlemen di pusat kota London.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan pemeriksaan polisi dipusatkan pada apakah Masood bertindak sendiri atau mempunyai komplotan. Wakil Asisten Komisaris Neil Baru mengatakan tidak ada laporan intelijen yang menunjukkan ada rencana serangan lebih lanjut.

"Kami masih percaya bahwa Masood bertindak sendirian," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Reuters, Minggu (26/3/2017).

Basu mengatakan bahkan jika ia bertindak sendirian, polisi harus memberikan penjelasan sebanyak mungkin untuk meyakinkan warga London. "Kita semua harus menerima ada kemungkinan, kita tidak akan pernah mengerti mengapa ia melakukan ini. Pemahaman itu mungkin telah mati bersama dengannya," ujarnya.

"Namun demikian kami bertekad untuk memahami jika Masood adalah aktor tunggal terinspirasi oleh propaganda teroris atau jika orang lain telah mendorongnya, mendukung atau mengarahkannya," urainya lagi.

Sebelum melakukan serangan paling mematikan di Inggris sejak pemboman London pada 2005, Masood dianggap oleh petugas intelijen sebagai penjahat yang memberikan sedikit ancaman serius. Ia telah muncul dalam serangkaian investigasi terorisme yang membuatnya menjadi perhatian agen mata-mata MI5 Inggris.

Ia pertama kali menarik perhatian pihak berwenang pada bulan November 1983 saat ia dinyatakan bersalah dalam sebuah tindakan kriminal. Ia kembali berurusan dengan hukum pada 14 tahun lalu, tepatnya pada bulan Desember 2003 atas kepemilikan pisau.
(ian)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
41 menit yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
1 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
4 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
5 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
6 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
7 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved