Swiss Gelar Penyelidikan Tuduhan Aksi Mata-mata Turki

Sabtu, 25 Maret 2017 - 15:50 WIB
Swiss Gelar Penyelidikan...
Swiss Gelar Penyelidikan Tuduhan Aksi Mata-mata Turki
A A A
BERN - Jaksa Swiss tengah melakukan penyelidikan terhadap tuduhan aksi mata-mata yang dilakukan oleh warga Turki yang tinggal di negara itu. Jaksa federal Swiss mengaku telah mendapatkan indikasi konkrit aksi spionase politik Turki, namun menolak mengungkapkan siapa targetnya.

Pernyataan ini muncul sehari setelah menteri luar negeri Swiss mengatakan kepada koleganya asal Turki jika pihak berwenang akan menyelidiki kegiatan intelijen ilegal.

Baru-baru ini, anggota dari majelis tinggi parlemen Swiss mengajukan gugatan menuduh dua organisasi Turki memata-matai warga Turki dan warga negara ganda yang tinggal di Swiss. Ia pun meminta dilakukannya penyelidkian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (25/3/2017).

Pada hari Jumat, kantor Jaksa Agung membenarkan pihaknya telah membuka penyelidikan pada 16 Maret. "Penyelidikan itu berdasarkan kesadaran atas kecurigaan yang konkrit atas spionase politik yang melibatkan komunitas Turki di Swiss," kata kantor Jaksa Agung Swiss dalam sebuah pernyataan.

Turki akan mengadakan referendum kontroversial bulan depan. Referendum akan memberikan Presiden Recep Tayyip Erdogan kekuatan baru. Namun untuk mendapatkannya, ia perlu memenangkan suara dari warga Turki baik di dalam negeri dan lebih dari empat juta yang berada di luar negeri.

Tapi upaya untuk aksi unjuk rasa yang mendukung referendum telah di blokir di sejumlah negara Eropa. Aksi yang mengarah kekericuhan terjadi di Jerman dan Belanda, serta Uni Eropa yang lebih luas.

Swiss sendiri menjadi rumah bagi lebih dari 70 ribu warga Turki dan telah mencoba untuk tetap netral. Namun media lokal melaporkan warga Turki yang bersikap kritis tehadap pemerintah Erdogan sedang dimata-matai selama kuliah di Universitas Zurich awal bulan ini.
(ian)
Berita Terkait
Koalisi Sipil di Swiss...
Koalisi Sipil di Swiss Gelar Pengadilan Pelanggaran HAM Rezim Turki
Piala Eropa 2020, Preview...
Piala Eropa 2020, Preview Timnas Swiss vs Turki: Berharap Keajaiban
Pemain Turki Minta Maaf...
Pemain Turki Minta Maaf Setelah Tersingkir dari Piala Eropa 2020
Swiss vs Turki; Petkovic...
Swiss vs Turki; Petkovic Ingin Die Nati Tetap Solid dan Berpikir Positif
Hasil Piala Eropa 2020:...
Hasil Piala Eropa 2020: Swiss Pesta Gol, Wales Temani Italia ke Babak 16 Besar
Swiss Usulkan Denda...
Swiss Usulkan Denda Rp15 Juta Bagi Pelanggar Larangan Burqa
Berita Terkini
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
9 menit yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
25 menit yang lalu
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
5 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
7 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
10 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
12 jam yang lalu
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved