Penjualan Kulit Wanita untuk Pembesaran Kemaluan Pria Hebohkan Nepal

Minggu, 12 Maret 2017 - 00:17 WIB
Penjualan Kulit Wanita...
Penjualan Kulit Wanita untuk Pembesaran Kemaluan Pria Hebohkan Nepal
A A A
KATHMANDU - Pemerintah Nepal dikejutkan laporan tentang para perempuan miskin menjual jaringan kulit mereka yang digunakan untuk operasi plastik pembesaran organ kemaluan pria. Para perempuan miskin itu disebut menjual jaringan kulit punggung mereka sekitar 20 inci persegi seharga USD150 atau sekitar Rp2 juta.

Selain untuk operasi plastik pembesaran organ vital pria, jaringan kulit para perempuan itu juga disebut digunakan untuk operasi pembesaran payudara wanita. Jaringan kulit mereka dimanfaatkan di pasar bedah kosmetik global.

Laporan itu pertama kali diterbitkan media India, Youth Ki Awaaz. Menteri Kesejahteraan Sosial, Perempuan dan Anak Nepal Kumar Khadka mengatakan kepada Thomson Reuters Foundation bahwa pemerintah terkejut setelah membaca laporan yang diterbitkan pada tanggal 6 Maret lalu.

”Kami terkejut oleh laporan itu,” kata Khadka. ”Kami akan menyelidiki dan jika ditemukan hal itu benar, maka pemerintah akan melakukan segala upaya untuk menghentikan kejahatan keji ini dan menghukum mereka yang bertanggung jawab,” katanya lagi, yang dikutip Minggu (12/3/2017).

Wilayah Himalaya—perbatasan Nepal dan India—yang terkenal miskin, selama ini rawan dengan eksploitasi perempuan untuk sektor pekerjaan dan seksual. Di wilayah itu juga kerap dilaporkan marak praktik penjualan ginjal dan jaringan kulit manusia.

Wartawan yang menyusun laporan penjualan kulit oleh para perempuan miskin di Nepal itu adalah Soma Basu. Menurutnya, para perempuan Nepal diperdagangkan ke lokasi pelacuran di kota-kota India seperti Mumbai. Mereka kemudian ditipu untuk menjual jaringan kulitnya.

Beberapa korban mengaku bahwa mereka dibius dan kulit mereka diambil. Jaringan kulit, lanjut laporan itu, dijual ke laboratorium patologi di India, di mana jaringan kulit itu diproses dan diekspor ke perusahaan di Amerika Serikat (AS) yang memproduksi kulit dan jaringan produk derivatif untuk pasar operasi plastik global.

Para aktivis hak-hak perempuan meminta pemerintah untuk segera menyelidiki laporan tersebut dan meluncurkan kampanye publik menentang praktik human trafficking.

”Pemerintah harus serius tentang ini dan melindungi perempuan kami,” kata Sunita Danuwar, aktivis dari kelompok Shakti Samuha, sebuah badan amal yang membantu merehabilitasi korban perdagangan.
(mas)
Berita Terkait
Program Visit Nepal...
Program 'Visit Nepal Year' China Gagal Hidupkan Pariwisata Nepal
Baru Diangkat oleh PM...
Baru Diangkat oleh PM Komunis Sharma Oli, 20 Menteri Dipecat Sekaligus
Sungai Bagmati Meluap,...
Sungai Bagmati Meluap, Ibu Kota Nepal Terendam
Profil Pushpa Kamal...
Profil Pushpa Kamal Dahal, Perdana Menteri Nepal Baru dengan Ideologi Komunis
Kenapa Gerakan Protes...
Kenapa Gerakan Protes Gen Z Nepal Sasar Kaum Elite Nepal Berubah?
Mengapa Gunung Machhapuchhre...
Mengapa Gunung Machhapuchhre Dilarang untuk Didaki? Ternyata Ini Alasannya
Berita Terkini
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
14 menit yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
33 menit yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
1 jam yang lalu
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
2 jam yang lalu
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
2 jam yang lalu
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
3 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved