PBB: Serangan Kimia di Mosul Bisa Jadi Kejahatan Perang

Minggu, 05 Maret 2017 - 05:18 WIB
PBB: Serangan Kimia...
PBB: Serangan Kimia di Mosul Bisa Jadi Kejahatan Perang
A A A
NEW YORK - PBB memperingatkan dugaan penggunaan senjata kimia di Mosul, jika dikonfirmasi, akan menjadi kejahatan perang. Selain itu, hal itu juga merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.

Baca juga:
Palang Merah Internasional: 7 Dirawat Terpapar Zat Beracun Dekat Mosul


"Ini mengerikan. Tidak bisa dibenarkan, tidak sama sekali, untuk penggunaan senjata kimia," kata koordinator badan kemanusiaan PBB di Irak, Lisa Grande seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Minggu (5/3/2017).

Serangan zat kimia diduga terjadi pekan ini di Mosul timur, daerah yang dinyatakan sepenuhnya dibebaskan oleh pasukan Irak di bulan Januari. Serangan itu menghantam lingkungan sepanjang Sungai Tigris, yang membelah kota menjadi dua.

Militan ISIS diketahui telah menggunakan senjata kimia di Iran dan Suriah. Setidaknya 52 kali menurut laporan yang diterbitkan tahun lalu oleh lembaga pemantau konflik IHS yang berbasis di London.

Laporan itu mengatakan bahwa setidaknya 19 dari 52 serangan terjadi di dalam dan sekitar Mosul. Pejabat koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Irak telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang IS serangan senjata kimia.

Namun IS-mengklaim serangan gerilyawan di Irak dan serangan yang menargetkan warga sipil yang mencoba lari Mosul menyebabkan jumlah yang jauh lebih besar dari cedera dan kematian untuk warga sipil.

Sebagian besar Mosul barat masih di bawah kontrol kelompok Negara Islam meskipun beberapa kenaikan baru-baru di tepi selatan-barat kota oleh pasukan Irak selama dua minggu terakhir.

Kampanye koalisi pimpinan AS dari serangan udara telah penting untuk mengamankan keuntungan-keuntungan teritorial, tetapi juga telah mengakibatkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur.

serangan udara koalisi di Irak dan Suriah antara November dan Januari menewaskan 19 warga sipil dan melukai dua, menurut pernyataan dari Pentagon pada hari Sabtu.

Laporan ini membawa jumlah total korban sipil diakui oleh koalisi setidaknya 220, menurut Pentagon.

organisasi pemantauan independen menyebutkan jumlah korban sipil yang jauh lebih tinggi.

Airwars, sebuah kelompok pemantau independen yang berbasis di London, memperkirakan jumlah minimum korban sipil yang disebabkan oleh serangan udara setidaknya 2.463.

Laporan Pentagon menambahkan bahwa 19 laporan serangan yang mengakibatkan korban sipil yang masih sedang dikaji, 11 di antaranya terjadi di dalam dan sekitar Mosul.

Pasukan Irak meluncurkan operasi untuk merebut kembali Mosul pada bulan Oktober dan mulai dorongan untuk merebut kembali bagian barat kota bulan lalu.

Setelah lebih dari dua tahun dari kemenangan teritorial lambat terhadap IS oleh pasukan darat Irak yang didukung oleh kekuatan udara koalisi yang dipimpin AS, Mosul barat merupakan daerah kota terakhir yang signifikan IS kontrol di Irak.
(ian)
Berita Terkait
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Warga Irak Sambut Paus...
Warga Irak Sambut Paus Fransiskus di Bekas Pertahanan ISIS
Pernah Jajah Irak, George...
Pernah Jajah Irak, George Bush Akui Tak Tahu Banyak Urusan Internasional
Berita Terkini
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
34 menit yang lalu
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
1 jam yang lalu
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
2 jam yang lalu
Awalnya Merevisi, AS...
Awalnya Merevisi, AS Umumkan 18 Tentara Tewas dan 624 Lainnya Luka dalam Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Ini Rudal Kheibar Shekan...
Ini Rudal Kheibar Shekan Iran yang Obrak-abrik Pangkalan AS: Misil Murah tapi Lebih Akurat
3 jam yang lalu
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
4 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved