Turki: AS Tak Memiliki Rencana Jelas di Raqqa
Kamis, 02 Maret 2017 - 22:09 WIB
Turki: AS Tak Memiliki Rencana Jelas di Raqqa
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya tidak melihat adanya rencana yang jelas yang dimiliki oleh pemerintah baru Amerika Serikat (AS) untuk merebut Raqqa. Raqqa adalah kota yang disebut sebagai ibukota ISIS di Suriah.
Erdogan mengatakan, saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat militer AS, dia melihat adanya kebingungan dari sisi AS mengenai apa yang harus dilakukan di Raqqa. Selain itu, dia juga menyebut pemerintah baru AS mengubah semua pendekatan yang dipakai oleh pemerintah AS sebelumnya.
"Saya tidak bisa mengatakan pemimpin baru AS memiliki rencana yang jelas mengenai Raqqa. Saat ada kunjungan dari kepala Staf Gabungan AS dan Direktur CIA, langkah-langkah, yang dapat kita sebut awal, telah dicabut dalam proses ini," kata Erdogan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (2/3).
Dia kemudian mengatakan, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi seharusnya tidak dilibatkan dalam operasi pembebasan Raqqa. "Itu adalah hal yang tidak bisa diterima," ucapnya.
Turki dan AS memang memiliki pandangan yang berbeda dengan Kurdi. AS menganggap Kurdi sebagai sekutu mereka dalam upaya melawan ISIS, dan bahkan AS memberikan bantuan besar-besaran kepada kelompok yang menguni utara Suriah itu.
Sedangkan Turki menilai Kurdi sebagai kelompok teroris. Ankara menilai Kurdi di Suriah memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdi atau PKK, yang masuk dalam daftar teroris di Turki.
Erdogan mengatakan, saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat militer AS, dia melihat adanya kebingungan dari sisi AS mengenai apa yang harus dilakukan di Raqqa. Selain itu, dia juga menyebut pemerintah baru AS mengubah semua pendekatan yang dipakai oleh pemerintah AS sebelumnya.
"Saya tidak bisa mengatakan pemimpin baru AS memiliki rencana yang jelas mengenai Raqqa. Saat ada kunjungan dari kepala Staf Gabungan AS dan Direktur CIA, langkah-langkah, yang dapat kita sebut awal, telah dicabut dalam proses ini," kata Erdogan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (2/3).
Dia kemudian mengatakan, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi seharusnya tidak dilibatkan dalam operasi pembebasan Raqqa. "Itu adalah hal yang tidak bisa diterima," ucapnya.
Turki dan AS memang memiliki pandangan yang berbeda dengan Kurdi. AS menganggap Kurdi sebagai sekutu mereka dalam upaya melawan ISIS, dan bahkan AS memberikan bantuan besar-besaran kepada kelompok yang menguni utara Suriah itu.
Sedangkan Turki menilai Kurdi sebagai kelompok teroris. Ankara menilai Kurdi di Suriah memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdi atau PKK, yang masuk dalam daftar teroris di Turki.
(esn)