Irak Minta Saudi Bertindak Terkait Penempatan Pasukan Turki
Minggu, 26 Februari 2017 - 21:28 WIB
Irak Minta Saudi Bertindak Terkait Penempatan Pasukan Turki
A
A
A
BAGHDAD - Pemerintah Irak meminta Arab Saudi untuk tidak tinggal diam terkait dengan penempatan pasukan Turki di wilayah Irak. Baghdad mendesak Riyadh untuk segera bertindak mengenai hal ini.
Desakan itu disampaikan saat terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Ja'afari dengan Menteri Luar Negeri Suadi, Adel al-Jubeir di Baghdad, semalam.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Irak, Ja'afari mengatakan kepada Jubeir, Saudi harus memecah keheningan pada kehadiran pasukan Turki di Irak.
"Ja'afari menekankan perlunya upaya Riyadh untuk mendorong Turki untuk meninggalkan tanah Irak, menyatakan meskipun konsensus Arab dan internasional tentang oposisi terhadap pasukan Turki, mereka masih tetap berada di wilayah Irak," bunyi pernyataan Kemlu Irak, seperti dilansir Fars News pada Minggu (26/2).
Turki mengirim sekitar 2.000 tentara ke Irak Utara pada bulan Desember 2015, yang memicu krisis diplomatik, dan membuat Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk memperingatkan tindakan Ankara bias memicu perang regional.
Terkait kunjungan Jubier ke Baghdad, ini adalah lawatan Menlu Saudi pertama dalam kurun waktu 27 tahun terakhir. Lawatan Menlu Saudi ini juga yang pertama sejak invasi Amerika Serikat (AS) terhadap rezim Saddam Hussein tahun 2003.
Desakan itu disampaikan saat terjadi pertemuan antara Menteri Luar Negeri Irak Ibrahim al-Ja'afari dengan Menteri Luar Negeri Suadi, Adel al-Jubeir di Baghdad, semalam.
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Irak, Ja'afari mengatakan kepada Jubeir, Saudi harus memecah keheningan pada kehadiran pasukan Turki di Irak.
"Ja'afari menekankan perlunya upaya Riyadh untuk mendorong Turki untuk meninggalkan tanah Irak, menyatakan meskipun konsensus Arab dan internasional tentang oposisi terhadap pasukan Turki, mereka masih tetap berada di wilayah Irak," bunyi pernyataan Kemlu Irak, seperti dilansir Fars News pada Minggu (26/2).
Turki mengirim sekitar 2.000 tentara ke Irak Utara pada bulan Desember 2015, yang memicu krisis diplomatik, dan membuat Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi untuk memperingatkan tindakan Ankara bias memicu perang regional.
Terkait kunjungan Jubier ke Baghdad, ini adalah lawatan Menlu Saudi pertama dalam kurun waktu 27 tahun terakhir. Lawatan Menlu Saudi ini juga yang pertama sejak invasi Amerika Serikat (AS) terhadap rezim Saddam Hussein tahun 2003.
(esn)