Eropa Dihantui Radioakif Maut, AS Kirim Pesawat Sniffer Nuklir

Rabu, 22 Februari 2017 - 05:37 WIB
Eropa Dihantui Radioakif...
Eropa Dihantui Radioakif Maut, AS Kirim Pesawat Sniffer Nuklir
A A A
LONDON - Amerika Serikat (AS) mengirim pesawat “sniffer nuklir” atau pendeteksi ledakan nuklir ke Inggris setelah muncul kecemasan radioaktif mematikan menyebar di seluruh Eropa. Pesawat WC-135 Constant Phoenix telah mendarat di RAF Mildenhall, Inggris, pekan lalu.

Laporan kekhawatiran menyebarnya partikel radioaktif maut di seluruh Eropa itu muncul di tengah tuduhan bahwa Rusia menguji coba senjata nuklir, baik di wilayah timur Rusia, yang dekat Arktik.

Kepastian dengan penyebaran radioaktif mematikan di seluruh Eropa sedang diselidiki. Stasiun kualitas udara di Norwegia, Finlandia, Polandia, Republik Ceko, Jerman, Prancis dan Spanyol telah mendeteksi keberadaan Iodine-131.

Partikel Iodine-131 itu dilaporkan muncul dari Eropa timur. Terdeteksinya partikel itu memicu tuduhan bahwa pemerintah Presiden Vladmir Putin telah menguji coba senjata nuklir di Novaya Zemlya, dekat Kutub Utara.

Namun, CTBTO (Organisasi Perjanjian dan Pelarangan Tes Nuklir) mengesampingkan tuduhan uji coba senjata nuklir oleh Rusia.

“Jika uji coba nuklir yang berlangsung melepaskan I-131, maka itu juga akan melepaskan banyak isotop radioaktif lainnya,” bunyi pernyataan CTBTO.

”Tidak ada isotop fisi nuklir lainnya yang telah diukur pada tingkat tinggi dalam hubungannya dengan I-131 di Eropa sejauh ini,” lanjut CTBTO, seperti dikutip Mail Online, Rabu (22/2/2017).

Organisasi yang mengoperasikan sistem pemantauan di seluruh dunia ini mengatakan bahwa tidak perlu dikhawatirkan tentang laporan menyebarnya Iodine-131 di Eropa.

”Tidak ada deteksi di atas tingkat historis yang telah diamati,” imbuh CTBTO.

Pesawat WC-135 pernah digunakan untuk mendeteksi penyebaran partikel berbahaya dari ledakan nuklir setelah bencana Chernobyl di Ukraina—saat itu masih Soviet—pada tahun 1986.
(mas)
Berita Terkait
Houthi Murka Usai Amerika...
Houthi Murka Usai Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman
Akibat Percampuran Budaya,...
Akibat Percampuran Budaya, Bahasa Baru Hadir di Amerika Serikat
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Bombardir Houthi, Inggris...
Bombardir Houthi, Inggris Kerahkan Jet Tempur RAF Typhoon FGR4
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Cedera, Harry Kane Terancam...
Cedera, Harry Kane Terancam Absen Bela Inggris Lawan Amerika Serikat
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
24 menit yang lalu
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
58 menit yang lalu
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
2 jam yang lalu
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
2 jam yang lalu
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved