Kapal Pembawa WNI Terbalik di Malaysia, Diduga Belasan Tewas
Kamis, 09 Februari 2017 - 15:07 WIB
Kapal Pembawa WNI Terbalik di Malaysia, Diduga Belasan Tewas
A
A
A
JAKARTA - Sebuah kapal pembawa warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan terbalik di wilayah Malaysia. Fakta ini diketahui setelah ditemukannya 2 orang WNI yang terdampak di wilayah Tawau, Malaysia, yang mengaku sebagai penumpang kapal tersebut.
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Kamis (9/2), Konsulat Indonesia di Tawau menerima kabar ditemukannya 2 orang WNI tersebut, kemarin. Keduanya diketahui ditemukan nelayan setempat.
"Pada tanggal 8 Februari 2016, Konsul RI Tawau memperoleh informasi dari otoritas Malaysia mengenai ditemukannya 2 orang yang terdampardi Pantai Batu Payung, Tinagat, Tawau. Keduanya ditemukan oleh seorang nelayan pada tanggal 8 Februari pukul 18.00, dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saat ini keduanya berada di Rumah Sakit Tawau untuk mendapatkan perawatan," kata Kemlu.
"Berdasarkan keterangan dari salah satu korban yang selamat, perahu motor yang mereka tumpangi membawa 15 penumpang dan dalam pejalanan dari Tinagat, Tawau, menuju Sungai Nyamuk, Indonesia. Kapal terbalik pada tanggal 7 Februari sekitar pukul 18.00. Kedua korban selamat belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mengalami trauma," sambungnya.
Kemlu menambahkan, sejauh ini baru 2 korban selamat yang ditemukan di wilayah Malaysia. Sementara itu, 1 korban lainnya ditemukan oleh Tim SAR Indonesia di perairan Sae Taewan, Sebatik, Indonesia, dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Sementara 12 korban lainnya masih dalam pencarian. Pihak Malaysia maupun Indonesia telah mengerahkan Tim SAR ke lokasi untuk melakukan pencarian. Jalur Tinagat-Sungai Nyamuk adalah salah satu jalur yang kerap digunakan oleh TKI ilegal antara Indonesia-Malaysia," tukasnya.
Berdasarkan keterangan Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews pada Kamis (9/2), Konsulat Indonesia di Tawau menerima kabar ditemukannya 2 orang WNI tersebut, kemarin. Keduanya diketahui ditemukan nelayan setempat.
"Pada tanggal 8 Februari 2016, Konsul RI Tawau memperoleh informasi dari otoritas Malaysia mengenai ditemukannya 2 orang yang terdampardi Pantai Batu Payung, Tinagat, Tawau. Keduanya ditemukan oleh seorang nelayan pada tanggal 8 Februari pukul 18.00, dalam keadaan tidak sadarkan diri. Saat ini keduanya berada di Rumah Sakit Tawau untuk mendapatkan perawatan," kata Kemlu.
"Berdasarkan keterangan dari salah satu korban yang selamat, perahu motor yang mereka tumpangi membawa 15 penumpang dan dalam pejalanan dari Tinagat, Tawau, menuju Sungai Nyamuk, Indonesia. Kapal terbalik pada tanggal 7 Februari sekitar pukul 18.00. Kedua korban selamat belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih mengalami trauma," sambungnya.
Kemlu menambahkan, sejauh ini baru 2 korban selamat yang ditemukan di wilayah Malaysia. Sementara itu, 1 korban lainnya ditemukan oleh Tim SAR Indonesia di perairan Sae Taewan, Sebatik, Indonesia, dalam kondisi sudah meninggal dunia.
"Sementara 12 korban lainnya masih dalam pencarian. Pihak Malaysia maupun Indonesia telah mengerahkan Tim SAR ke lokasi untuk melakukan pencarian. Jalur Tinagat-Sungai Nyamuk adalah salah satu jalur yang kerap digunakan oleh TKI ilegal antara Indonesia-Malaysia," tukasnya.
(esn)