Bangun Perumahan Baru, Polisi Israel Usir Pemukim di Tepi Barat
Kamis, 02 Februari 2017 - 04:50 WIB
Bangun Perumahan Baru, Polisi Israel Usir Pemukim di Tepi Barat
A
A
A
TEPI BARAT - Polisi Israel terlibat bentrokan dengan demonstran saat berusaha mengevakuasi sebuah pos pemukiman yang tidak sah di Tepi Barat yang diduduki Israel. Beberapa jam sebelumnya, pemerintah Israel menyetujui rencana pembangunan 3.000 rumah baru di permukiman di Tepi Barat.
Mahkamah Agung Israel telah memutuskan bahwa pos pemukiman yang berada di Amona harus dibongkar karena berdiri di atas tanah pribadi Palestina. Tapi ratusan aktivis melemparkan batu dan menolak kehadiran polisi untuk memindahkan mereka sesuai putusan pengadilan seperti dikutip dari BBC, Kamis (2/2/2017).
"Kami tidak akan meninggalkan rumah kami sendiri. Tarik kami keluar, dan kami akan pergi. Ini adalah hari hitam untuk Zionisme," ucap salah satu pemukim.
Para pemukim bergabung dengan ratusan pendukung, banyak dari mereka berhadapan langsung dengan garis polisi Israel yang bertindak atas perintah Mahkamah Agung. "Seorang Yahudi tidak akan mengusir Yahudi lainnya!" teriak para pengunjuk rasa terkait penggunaan senjata.
"Pada Rabu sore, sekitar 12 keluarga telah sepakat untuk meninggalkan dan 12 rumah telah dievakuasi," kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld.
Rosenfeld menambahkan tujuh demonstran telah ditangkap dan 200 lainnya telah diusir dari daerah tersebut. Enam belas perwira cedera ringan akibat terkena batu dan cairan kaustik yang dilemparkan kepada mereka.
Mahkamah Agung Israel telah memutuskan bahwa pos pemukiman yang berada di Amona harus dibongkar karena berdiri di atas tanah pribadi Palestina. Tapi ratusan aktivis melemparkan batu dan menolak kehadiran polisi untuk memindahkan mereka sesuai putusan pengadilan seperti dikutip dari BBC, Kamis (2/2/2017).
"Kami tidak akan meninggalkan rumah kami sendiri. Tarik kami keluar, dan kami akan pergi. Ini adalah hari hitam untuk Zionisme," ucap salah satu pemukim.
Para pemukim bergabung dengan ratusan pendukung, banyak dari mereka berhadapan langsung dengan garis polisi Israel yang bertindak atas perintah Mahkamah Agung. "Seorang Yahudi tidak akan mengusir Yahudi lainnya!" teriak para pengunjuk rasa terkait penggunaan senjata.
"Pada Rabu sore, sekitar 12 keluarga telah sepakat untuk meninggalkan dan 12 rumah telah dievakuasi," kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld.
Rosenfeld menambahkan tujuh demonstran telah ditangkap dan 200 lainnya telah diusir dari daerah tersebut. Enam belas perwira cedera ringan akibat terkena batu dan cairan kaustik yang dilemparkan kepada mereka.
(ian)