Retorika Trump Dinilai Bisa Ancam Kesatuan AS

Kamis, 26 Januari 2017 - 01:09 WIB
Retorika Trump Dinilai...
Retorika Trump Dinilai Bisa Ancam Kesatuan AS
A A A
JAKARTA - Retorika yang dipakai oleh Presiden baru Amerika Serikat (AS) Donald Trump, baik saat berkampanye atau ketika kelak mengambil kebijakan, dinilai sejumlah kalangan bisa membahayakan kesatuan AS. Retorika itu bisa membuat kaum minoritas di AS kehilangan kepercayaan kepada negara.

Imam di Islamic Center of New York, sekaligus Direktur Jamaica Muslim Center New York, Imam Shamsi Ali menuturkan, sejauh ini memang belum terdapat perubahan yang berarti di AS. Ini dikarenakan masih belum banyaknya kebijakan yang dibuat Trump.

Meski demikian, bila mendengar apa yang kerap disampaikan Trump ketika berkampanye atau paska menang dalam pemilu, membuat warga minoritas, termasuk Muslim di AS khawatir. Ali bahkan menilai, kaum minoritas mulai kehilangan kepercayaan kepada negara.

"Saya kira perbandingan belum begitu terlihat, ya karena Trump baru saja dilantik. Kita akan melihat nanti kebijakan-kebijakan yang diambil Trump," ucap pria yang sudah 20 tahun tinggal di AS tersebut.

"Tapi, yang perlu saya garisbawahi adalah dampak terpilihnya Trump, retorika politiknya ini, adalah menghilangnya kepercayaan Muslim terhadap amerika. Nah, ini menjadi kewajiban kami untuk mengingatkan kepada umat Muslim, meski Presidennya terus berganti, Amerika tetaplah Amerika," ucapnya pada Rabu (25/1).

Dia menegasan, dalam konstitusi AS sudah disebutkan setiap orang memiliki kebebasan untuk memeluk dan menjalankan ibadah berdasarkan agama yang mereka percaya. Ali Shamsi percaya, konstitusi ini tidak akan dikorbankan hanya karena Trump dan itu pula yang akan dia ingatkan kepada Muslim di AS.

Saat ini, sejumlah janji ketika kampanye sudah mulai direalisasikan Trump. Ali mengaku sudah membaca mengenai keputusan Trump untuk membatasi migran ke AS, yang tidak lain adalah salah satu janji kampanye Trump.

"Mungkin ini menjadi suatu kekahawatiran bagi teman-teman di Amerika, karena memang salah satu hal yg disampaikan Trump saat kampanye adalah itu. Dan, ternyata memang ada tanda-tanda ia akan mengimplementasikan, jangan-jangan semua hal yang disampaikan saat kampanye, akan diimplementasikan," ucap Ali.

"Jika hal itu terjadi, saya kira itu akan menginjak-injak konstitusi Amerika sendiri dan konstitusi Amerika itu menjamin kebebasan hak-hak beragama, menjamin kebebasan beragama, jadi kita akan lihat beberapa hari ke depan kebijakan-kebijakan beragama yang akan diambil Donald Trump," sambungnya.
(esn)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
1 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
2 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
4 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
5 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved