Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem, Gedung Putih: Belum Ada Keputusan
Selasa, 24 Januari 2017 - 15:13 WIB
Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem, Gedung Putih: Belum Ada Keputusan
A
A
A
WASHINGTON - Gedung Putih menyatakan belum ada keputusan tentang kapan Amerika Serikat (AS) akan memindahkan kedutaanya di Israel. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan secepatnya memindahkan kantor perwakilan diplomatiknya itu.
Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer, hingga saat ini belum ada keputusan apakah AS akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal itu diungkapkan dalam jumpa pers perdananya seperti dikutip dari CNN, Selasa (24/1/2017).
Langkah ini dipastikan akan membuat marah sekutu AS di wilayah Arab itu. Pasalnya, baik Israel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kotanya.
"Kami berada di tahap awal dari proses pengambilan keputusan. Pemerintahan Trump akan terus berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan sebelum kita sampai di sana," jelas Spicer, meskipun sejumlah laporan menyatakan sebaliknya.
Yerusalem menjadi wilayah yang diperebutkan Israel dan Palestina. Palestina sudah menyiapkan Yerusalem timur sebagai ibu kota masa depan negara mereka. Tapi, Israel ingin Yerusalem sepenuhnya jadi ibu kota negara Yahudi itu.
AS sejatinya tidak mengakui wilayah Yerusalem sebagai wilayah Israel dan menyatakan wilayah itu status-quo. Namun, Presiden Trump membuat perubahan yang pro-Israel dengan menjanjikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer, hingga saat ini belum ada keputusan apakah AS akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal itu diungkapkan dalam jumpa pers perdananya seperti dikutip dari CNN, Selasa (24/1/2017).
Langkah ini dipastikan akan membuat marah sekutu AS di wilayah Arab itu. Pasalnya, baik Israel maupun Palestina mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kotanya.
"Kami berada di tahap awal dari proses pengambilan keputusan. Pemerintahan Trump akan terus berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan sebelum kita sampai di sana," jelas Spicer, meskipun sejumlah laporan menyatakan sebaliknya.
Yerusalem menjadi wilayah yang diperebutkan Israel dan Palestina. Palestina sudah menyiapkan Yerusalem timur sebagai ibu kota masa depan negara mereka. Tapi, Israel ingin Yerusalem sepenuhnya jadi ibu kota negara Yahudi itu.
AS sejatinya tidak mengakui wilayah Yerusalem sebagai wilayah Israel dan menyatakan wilayah itu status-quo. Namun, Presiden Trump membuat perubahan yang pro-Israel dengan menjanjikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
(ian)