Pentagon: Serangan Udara AS Tewaskan 100 Anggota Al-Qaeda
Sabtu, 21 Januari 2017 - 15:53 WIB
Pentagon: Serangan Udara AS Tewaskan 100 Anggota Al-Qaeda
A
A
A
WASHINGTON - Sebuah serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menargetkan kamp pelatihan Al-Qaeda di Provinsi Idlib, Suriah, meneskan lebih dari 100 militan. Begitu pernyataan yang dikeluarkan oleh Pentagon.
Serangan itu terjadi hanya sehari sebelum akhir kepresidenan Barack Obama dan awal pemerintahan Donald Trump. Serangan tersebut juga terjadi sehari setelah lebih dari 80 militan ISIS meregang nyawa dalam serangan udara AS di Libya.
"Pemusnahan kamp pelatihan ini mengganggu operasi pelatihan dan mematahkan semangat kelompok garis keras Islam dan kelompok-kelompok oposisi Suriah untuk bergabung atau bekerja sama dengan Al-Qaida di medan perang," ucap juru bicara Pentagon Jeff Davis seperti disitat dari Reuters, Sabtu (21/1/2017).
Davis mengatakan kamp pelatihan Syekh Sulaiman telah beroperasi sejak 2013. Ia menambahkan bahwa sejak awal tahun ini, lebih dari 150 militan Al-Qaeda telah tewas dalam serangan udara AS.
Seorang pejabat, yang berbicara dalam kondisi anonimitas, mengatakan serangan udara itu dilakukan oleh pesawat bomber B-52 dan pesawat tak berawak yang menjatuhkan 14 amunisi. Pejabat itu menambahkan bahwa ada tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa tidak ada korban sipil.
Sebuah koalisi yang dipimpin AS telah melakukan serangan udara dan mendukung pasukan lokal di Suriah untuk menggulingkan militan ISIS. Namun, ada kekhawatiran bahwa kekalahan ISIS bisa membuka pintu bagi Al-Qaeda untuk mengambil wilayah di bagian yang tidak memiliki pemerintahan.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa serangan udara menewaskan lebih dari 40 anggota kelompok jihad Jabhat Fateh al-Sham di barat laut Suriah. Belum jelas apakah serangan ini adalah serangan dimaksud oleh Pentagon.
Serangan itu terjadi hanya sehari sebelum akhir kepresidenan Barack Obama dan awal pemerintahan Donald Trump. Serangan tersebut juga terjadi sehari setelah lebih dari 80 militan ISIS meregang nyawa dalam serangan udara AS di Libya.
"Pemusnahan kamp pelatihan ini mengganggu operasi pelatihan dan mematahkan semangat kelompok garis keras Islam dan kelompok-kelompok oposisi Suriah untuk bergabung atau bekerja sama dengan Al-Qaida di medan perang," ucap juru bicara Pentagon Jeff Davis seperti disitat dari Reuters, Sabtu (21/1/2017).
Davis mengatakan kamp pelatihan Syekh Sulaiman telah beroperasi sejak 2013. Ia menambahkan bahwa sejak awal tahun ini, lebih dari 150 militan Al-Qaeda telah tewas dalam serangan udara AS.
Seorang pejabat, yang berbicara dalam kondisi anonimitas, mengatakan serangan udara itu dilakukan oleh pesawat bomber B-52 dan pesawat tak berawak yang menjatuhkan 14 amunisi. Pejabat itu menambahkan bahwa ada tingkat kepercayaan yang tinggi bahwa tidak ada korban sipil.
Sebuah koalisi yang dipimpin AS telah melakukan serangan udara dan mendukung pasukan lokal di Suriah untuk menggulingkan militan ISIS. Namun, ada kekhawatiran bahwa kekalahan ISIS bisa membuka pintu bagi Al-Qaeda untuk mengambil wilayah di bagian yang tidak memiliki pemerintahan.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa serangan udara menewaskan lebih dari 40 anggota kelompok jihad Jabhat Fateh al-Sham di barat laut Suriah. Belum jelas apakah serangan ini adalah serangan dimaksud oleh Pentagon.
(ian)