Lima Diplomat UEA Tewas dalam Serangan Bom di Afghanistan
Rabu, 11 Januari 2017 - 17:31 WIB
Lima Diplomat UEA Tewas dalam Serangan Bom di Afghanistan
A
A
A
DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bahwa lima diplomatnya tewas dalam pemboman di Afghanistan selatan. Serangan bom tersebut adalah salah satu serangan terburuk yang menargetkan korps diplomatik di negara itu.
Pemerintah UEA menyatakan akan segera mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan kepada para korban tewas dalam serangan hari Selasa kemarin di Kandahar. Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA sebelumnya mengatakan para diplomat berada di Kandahar sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
"Tidak ada manusia, moral atau pun agama yang membenarkan pemboman dan membunuh orang yang mencoba untuk membantu," kata penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri UAE dan wakil presiden, di akun Twitternya seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Rabu (11/1/2017).
Sementara itu, Taliban membantah menanam bom dalam serangan Kandahar, yang juga melukai duta UEA untuk Afghanistan. Taliban mengklaim serangan sebelumnya di Kabul yang menewaskan sedikitnya 38 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Tapi pada Rabu, mereka mengeluarkan pernyataan singkat yang menyalahkan persaingan internal lokal atas serangan di Kandahar.
Serangan Kandahar menargetkan sebuah wisma milik Gubernur Provinsi Homayun Azizia, yang juga terluka dalam serangan itu, bersama dengan Duta Besar UEA Juma Mohammed Abdullah al-Kaabi.
UEA turut mengirimkan pasukan ke Afghanistan dalam invasi menggulingkan kelompok Taliban yang dipimpin oleh AS pada tahun 2001 lalu. UEA menempatkan pasukannya selama bertahun-tahun sebagai bagian dari misi yang dipimpin NATO dan turut melatih anggota angkatan bersenjata Afghanistan. Beberapa penerbangan komersial setiap hari menghubungkan kedua negara, dengan Dubai menjadi pusat komersial yang penting bagi pengusaha Afghanistan.
Pemerintah UEA menyatakan akan segera mengibarkan bendera setengah tiang sebagai penghormatan kepada para korban tewas dalam serangan hari Selasa kemarin di Kandahar. Sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA sebelumnya mengatakan para diplomat berada di Kandahar sebagai bagian dari misi kemanusiaan.
"Tidak ada manusia, moral atau pun agama yang membenarkan pemboman dan membunuh orang yang mencoba untuk membantu," kata penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri UAE dan wakil presiden, di akun Twitternya seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Rabu (11/1/2017).
Sementara itu, Taliban membantah menanam bom dalam serangan Kandahar, yang juga melukai duta UEA untuk Afghanistan. Taliban mengklaim serangan sebelumnya di Kabul yang menewaskan sedikitnya 38 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Tapi pada Rabu, mereka mengeluarkan pernyataan singkat yang menyalahkan persaingan internal lokal atas serangan di Kandahar.
Serangan Kandahar menargetkan sebuah wisma milik Gubernur Provinsi Homayun Azizia, yang juga terluka dalam serangan itu, bersama dengan Duta Besar UEA Juma Mohammed Abdullah al-Kaabi.
UEA turut mengirimkan pasukan ke Afghanistan dalam invasi menggulingkan kelompok Taliban yang dipimpin oleh AS pada tahun 2001 lalu. UEA menempatkan pasukannya selama bertahun-tahun sebagai bagian dari misi yang dipimpin NATO dan turut melatih anggota angkatan bersenjata Afghanistan. Beberapa penerbangan komersial setiap hari menghubungkan kedua negara, dengan Dubai menjadi pusat komersial yang penting bagi pengusaha Afghanistan.
(ian)