Setiap Warga Rusia yang Lahir setelah 2015 Dilarang Beli Rokok
Rabu, 11 Januari 2017 - 15:10 WIB
Setiap Warga Rusia yang Lahir setelah 2015 Dilarang Beli Rokok
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Presiden Rusia Vladmir Putin akan melarang penjualan rokok kepada siapa pun warga Rusia yang lahir setelah 2015. Larangan ini sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk memberantas rokok di Rusia.
Rancangan peraturan baru itu mendapat dukungan dari penggemar kebugaran dan kelompok non-perokok. Dengan aturan itu, Putin akan menjadikan Rusia sebagai negara pertama di dunia yang benar-benar “mendepak” tembakau.
Setiap tahun hampir 400 ribu warga Rusia meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan aktivitas merokok. Meski demikian, kantor berita Itar-Tass melaporkan jumlah perokok di Rusia telah menurun dari 41 persen menjadi 31 persen dalam 10 tahun terakhir.
Presiden Putin dan para penasihatnya tertarik untuk membasmi kebiasaan merokok, yang tidak hanya buruk bagi kesehatan warga Rusia tapi juga buruk bagi perekonomian negara itu. Merokok secara tradisional sudah populer di Rusia, tetapi tembakau tidak tumbuh di sana melainkan harus impor dari Kuba, Georgia atau negara-negara di Asia Tengah.
Nikolai Gerasimenko, anggota Komite Kesehatan Parlemen Rusia, memuji ide Putin tersebut. “Tujuan ini benar-benar ideologis yang benar,” katanya kepada The Times, semalam (10/1/2017).
Tradisi merokok pernah dijalani para tentara Rusia saat istirahat selama pertempuran di Chechnya pada tahun 2000. Namun, pada saat ini rezim Putin menekankan kesehatan dan kebugaran dan memperketat aturan meroko di korps angkatan bersenjata Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan larangan yang diusulkan dalam aturan baru itu akan memerlukan diskusi serius. Menurutnya, ide larangan penjualan rokok itu merupakan gagasan asli Rusia.
Rancangan peraturan baru itu mendapat dukungan dari penggemar kebugaran dan kelompok non-perokok. Dengan aturan itu, Putin akan menjadikan Rusia sebagai negara pertama di dunia yang benar-benar “mendepak” tembakau.
Setiap tahun hampir 400 ribu warga Rusia meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan aktivitas merokok. Meski demikian, kantor berita Itar-Tass melaporkan jumlah perokok di Rusia telah menurun dari 41 persen menjadi 31 persen dalam 10 tahun terakhir.
Presiden Putin dan para penasihatnya tertarik untuk membasmi kebiasaan merokok, yang tidak hanya buruk bagi kesehatan warga Rusia tapi juga buruk bagi perekonomian negara itu. Merokok secara tradisional sudah populer di Rusia, tetapi tembakau tidak tumbuh di sana melainkan harus impor dari Kuba, Georgia atau negara-negara di Asia Tengah.
Nikolai Gerasimenko, anggota Komite Kesehatan Parlemen Rusia, memuji ide Putin tersebut. “Tujuan ini benar-benar ideologis yang benar,” katanya kepada The Times, semalam (10/1/2017).
Tradisi merokok pernah dijalani para tentara Rusia saat istirahat selama pertempuran di Chechnya pada tahun 2000. Namun, pada saat ini rezim Putin menekankan kesehatan dan kebugaran dan memperketat aturan meroko di korps angkatan bersenjata Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan larangan yang diusulkan dalam aturan baru itu akan memerlukan diskusi serius. Menurutnya, ide larangan penjualan rokok itu merupakan gagasan asli Rusia.
(mas)