Pemerintah Suriah Bakal Bangun Ulang Aleppo
Minggu, 08 Januari 2017 - 08:05 WIB
Pemerintah Suriah Bakal Bangun Ulang Aleppo
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah memutuskan rencana untuk memulihkan layanan, industri, dan keamanan untuk kota utara yang dilanda perang Aleppo. Begitu bunyi laporan media pemerintah Suriah.
Aleppo menjadi titik fokus perang di Suriah. Kota ini terbelah menjadi dua dimana wilayah barat dikuasai pasukan pemerintah, sementara wilayah timur dikuasai pasukan pemberontak sejak awal konflik hampir enam tahun lalu.
Serangan udara sengit selama berbulan-bulan dan pengepungan terhadap wilayah timur telah menghancurkan infrastruktur, rumah dan rumah sakit. Pemerintah dan sekutunya akhirnya mengambil kendali atas kantong pemberontak yang tersisa pada bulan Desember lalu.
Disitat dari Reuters, Minggu (8/1/2017), kabinet Suriah mengatakan mempunyai rencana untuk mengamankan pasokan listrik, air, dan bahan bakar. Mereka juga akan melakukan penilaian bagaimana memperbaiki bangunan, dan jalan terbuka sehingga warga bisa menjalani kehidupan normal.
Kabinet juga menyetujui rencana darurat Departemen Pendidikan untuk memperbaiki 50 sekolah di wilayah timmur selama enam bulan. Pada awal tahun ajaran berikutnya, 100 sekolah telah diperbaiki.
Rencana tersebut juga mencakup rehabilitasi lima pusat kesehatan dan dua rumah sakit, serta renovasi bandara internasional Aleppo dan 18 km jalur kereta api.
Aleppo adalah yang paling padat penduduknya sebelum perang pecah. Kota ini juga mempunyai pembangkit listrik komersil dan industri. Pemerintah Suriah mengatakan mereka juga berencana merehabilitasi industri.
Aleppo menjadi titik fokus perang di Suriah. Kota ini terbelah menjadi dua dimana wilayah barat dikuasai pasukan pemerintah, sementara wilayah timur dikuasai pasukan pemberontak sejak awal konflik hampir enam tahun lalu.
Serangan udara sengit selama berbulan-bulan dan pengepungan terhadap wilayah timur telah menghancurkan infrastruktur, rumah dan rumah sakit. Pemerintah dan sekutunya akhirnya mengambil kendali atas kantong pemberontak yang tersisa pada bulan Desember lalu.
Disitat dari Reuters, Minggu (8/1/2017), kabinet Suriah mengatakan mempunyai rencana untuk mengamankan pasokan listrik, air, dan bahan bakar. Mereka juga akan melakukan penilaian bagaimana memperbaiki bangunan, dan jalan terbuka sehingga warga bisa menjalani kehidupan normal.
Kabinet juga menyetujui rencana darurat Departemen Pendidikan untuk memperbaiki 50 sekolah di wilayah timmur selama enam bulan. Pada awal tahun ajaran berikutnya, 100 sekolah telah diperbaiki.
Rencana tersebut juga mencakup rehabilitasi lima pusat kesehatan dan dua rumah sakit, serta renovasi bandara internasional Aleppo dan 18 km jalur kereta api.
Aleppo adalah yang paling padat penduduknya sebelum perang pecah. Kota ini juga mempunyai pembangkit listrik komersil dan industri. Pemerintah Suriah mengatakan mereka juga berencana merehabilitasi industri.
(ian)