Inggris Kembangkan Senjata Laser

Jum'at, 06 Januari 2017 - 21:00 WIB
Inggris Kembangkan Senjata...
Inggris Kembangkan Senjata Laser
A A A
LONDON - Kementrian Pertahanan (Kemhan) Inggris secara resmi memberikan kontrak senilai 30 juta poundsterling (Rp492 miliar) untuk memproduksi prototipe senjata laser. Targetnya untuk mengetahui apakah teknologi itu dapat menguntungkan militer. Puncaknya, sistem itu akan didemonstrasikan pada 2019.

Kontrak itu dipegang oleh konsorsium perusahaan pertahanan Eropa. Prototipe itu akan dinilai kinerjanya untuk melacak target di jarak berbeda dan kondisi cuaca beragam di darat dan air.

Peter Cooper dari kantor pusat Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan Inggris (DSTL) mengatakan, proyek ini dikembangkan berdasar penelitian inovatif dalam penggunaan laser berkekuatan tinggi sehingga potensi teknologinya dapat dimengerti.

“Ini dapat memberikan respons lebih efektif terhadap ancaman yang muncul yang harus dihadapi angkatan bersenjata Inggris,” ungkap Cooper, dilansir BBC . Kemhan Inggris tengah membahas kesepakatan dengan konsorsium yang disebut UK Dragonfire tersebut selama beberapa bulan.

Sekarang secara resmi konsorsium itu diumumkan sebagai kontraktor pemenang. Konsorsium UK Dragonfire terdiri atas beberapa perusahaan yakni MBDA, Qinetiq, Leonardo-Finmeccanica GKN, Arke, BAE System, dan Marshall ADG.

Juru bicara Kemhan Inggris menjelaskan, teknologi itu tidak dikembangkan untuk menghadapi ancaman khusus apa pun, tapi menilai apakah senjata itu dapat memberi kemampuan pada Angkatan Bersenjata. Meski demikian, secara umum senjata itu dapat digunakan untuk menghancurkan pesawat drone, rudal, mortir, ranjau jalan, dan berbagai ancaman lain.

Militer Amerika Serikat (AS) telah bereksperimen dengan laser berkekuatan tinggi selama beberapa dekade. Kendati demikian, hingga sekarang kendala teknis masih mencegah mereka menggunakannya di garis depan pertempuran.

Adapun Angkatan Laut AS telah menguji sistem senjata laser yang disebut Laws di kapal USS Ponce saat dikerahkan ke Teluk Arab pada 2014. Senjata itu menargetkan satu kapal kecil yang diarahkan bergerak menuju kapal Angkatan Laut dan menembak drone kecil di udara.

Kepala Akuisisi Pertahanan Inggris Harriet Baldwin mengatakan, proyek semacam ini akan menjaga negaranya tetap terdepan. Jika demonstrasi teknologi itu sukses, senjata laser pertama akan digunakan pada pertengahan 2020-an.
(esn)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
6 jam yang lalu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
7 jam yang lalu
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
8 jam yang lalu
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
9 jam yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
10 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
10 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved