Turki Sebut Pelaku Pembantaian Malam Tahun Baru Anggota Kelompok Uighur

Kamis, 05 Januari 2017 - 17:38 WIB
Turki Sebut Pelaku Pembantaian...
Turki Sebut Pelaku Pembantaian Malam Tahun Baru Anggota Kelompok Uighur
A A A
ANKARA - Otoritas keamanan Turki telah berhasil mengindetifikasi daerah asal pelaku serangan klub malam pada malam pergantian tahun beberapa waktu lalu. Demikian pernyataan Wakil Perdana Menteri Turki Veysi Kaynak.

Kaynak mengatakan pria bersenjata itu kemungkinan anggota masyrakat Uighur. Uighur adalah kelompok masyarakat Muslim Turki yang tinggal di Timur dan Asia Tengah dengan mayoritas berada di wilayah Xinjiang, China, seperti dikutip dari Sky News, Kamis (5/1/2017).

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar A Haber, Kaynak mengatakan pemerintah tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa pelaku telah melarikan diri dari negara itu. Tetapi, ia juga mengatakan bahwa operasi di Turki kemungkinan berhasil. Ia juga mengatakan jelas-jelas serangan itu dilakukan oleh satu orang, tapi ia mungkin memiliki bantuan.

Pernyataan ini muncul setelah polisi Turki melakukan serangan fajar di pinggiran Istanbul. Mereka menahan sejumlah tersangka yang diduga terkait dengan serangan klub malam pada hari Tahun Baru, dimana 39 orang tewas.

Tersangka, yang masih buron, melepaskan tembakan ke klub malam Reina. Ia kemudian melepaskan tembakan dengan senapan otomatis, melemparkan granat setrum saat ia mengisi senjatanya dan menembak orang-orang.

Di antara para korban adalah warga negara dari Lebanon, Arab Saudi, Israel, Irak dan Maroko. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, mengklaim itu sebagai pembalasan atas keterlibatan militer Turki di Suriah.

Sumber-sumber keamanan mengatakan pria bersenjata itu mungkin telah dilatih di Suriah. Menurut laporan, setidaknya 36 orang telah ditahan sejak serangan pada hari Minggu. Beberapa dari mereka juga anggota komunitas Uighur.

Keamanan di perbatasan darat Turki telah diperketat karena khawatir penyerang merencanakan untuk meninggalkan negara, kata kantor berita Dogan. Dikatakan pos pemeriksaan akan dibentuk untuk kendaraan dan orang yang meninggalkan melalui perlintasan perbatasan di Edirne, Turki barat, dan pencarian telah sampai ke Yunani dan Bulgaria.
(ian)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
28 menit yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
1 jam yang lalu
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
1 jam yang lalu
Mengapa Venezuela Masih...
Mengapa Venezuela Masih Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas yang Disimpan di Bank of England?
2 jam yang lalu
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
2 jam yang lalu
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved