Kepala Dana Pensiun Korsel Ditahan Kejaksaan

Jum'at, 30 Desember 2016 - 13:52 WIB
Kepala Dana Pensiun...
Kepala Dana Pensiun Korsel Ditahan Kejaksaan
A A A
SEOUL - Kejaksaan Khusus Korea Selatan (Korsel) menahan Kepala Badan Pensiun Nasional Korsel (NPS) Moon Hyung-pyo terkait skandal korupsi yang memicu pemakzulan Presiden Park Geun-hye.

Kantor Kejaksaan Khusus tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang penahanan Moon. Para petugas menggeledah rumah Moon dengan tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Kejaksaan khusus memeriksa apakah Moon menekan NPS untuk mendukung mergerantara dua afiliasi Samsung Group senilai USD8 miliar, dua tahun lalu, saat dia menjadi kepala Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan yang mengelolaNPS.

Investigator juga menyelidiki apakah dukungan Samsung untuk bisnis dan sejumlah yayasan yang didirikan teman Presiden Park, Choi Soonsil, terkait dukungan NPS untuk merger tersebut. Moon saat tiba di kantor kejaksaan pada Selasa (27/12) lalu menjelaskan, dia akan bekerja sama dan tidak berkomentar saat ditanya apakah dia menekan NPS untuk mendukung merger tersebut.

Pada 9 Desember NPS menyangkal laporan media bahwa Moon memaksa NPS untuk mendukung merger. NPS memiliki dana USD451,35 miliar dalam pengelolaannya di akhir September dan menjadi pemegang saham utama di perusahaan afiliasi Samsung Group, Cheil Industries Inc, dan SamsungC&TCorp saat mereka merger tahun lalu.

Beberapa investor mengkritik merger itu bertujuan memperkuat kontrol keluarga pendiri Samsung Group yang melemahkan pemegang saham lainnya. Kritik itu disangkal Samsung Group yang merupakan konglomerasi terbesar di Korsel. NPS dalam votingnya mendukung merger itu tanpa memanggil komite eksternal yang kadang kala memberi saran pada voting yang sulit.

Juru bicara NPS menyatakan, pihaknya mengawasi situasi dan menolak berkomentar lebih lanjut. Tayangan televisi menunjukkan, Moon tiba di kantor kejaksaan khusus menggunakan mobil van pusat penahanan. Dia dikawal oleh beberapa penjaga dan mengenakan seragam penjara. Dia menolak menjawab pertanyaan jurnalis.

Adapun, Presiden Korsel Park, 64, dituduh berkolusi dengan teman lamanya, Choi, yang kini telah didakwa dan dipenjara. Choi dituduh menekan perusahaan-perusahaan besar untuk berkontribusi pada yayasannya dengan imbalan kebijakan pemerintah yang menguntungkan bisnis. Park menyangkal tuduhan bahwa dia bersalah.

Dia meminta maaf atas kelalaiannya dalam berteman dengan Choi. Parlemen menggelar voting pemakzulan Park atas skandal tersebut pada 9 Desember lalu. Keputusan itu harus mendapat persetujuan atau penolakan Mahkamah Konstitusi dalam 180 hari. Dalam jangka waktu itu, Park dihentikan menjalankan tugas sehari-hari sebagai presiden.

Semua aktivitas pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri (PM). Meski demikian, Park masih tinggal di Istana Biru kepresidenan. Unjuk rasa jalanan selalu digelar setiap akhir pekan dalam sembilan pekan terakhir untuk mendesak Park mundur dari jabatannya. Demonstrasi lainnya juga akan digelar pada akhir pekan ini.
(esn)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
30 menit yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
1 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
2 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
3 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
4 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
5 jam yang lalu
Infografis
Yossi Cohen, Mantan...
Yossi Cohen, Mantan Kepala Mossad yang Menantang Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved