Turki Tidak Akan Biarkan Negara Kurdi Berdiri di Suriah Utara

Minggu, 25 Desember 2016 - 16:30 WIB
Turki Tidak Akan Biarkan...
Turki Tidak Akan Biarkan Negara Kurdi Berdiri di Suriah Utara
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki tidak akan pernah mengizinkan pembentukan negara baru di Suriah utara. Hal itu diungkapkannya dalam pidato di Majelis Umum Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEIK).

"Kami tidak akan pernah membiarkan berdirinya negara semacam ini meskipun semua upaya untuk hal itu telah dilakukan," kata Erdogan merujuk pada kelompok Kurdi Suriah yang memegang wilayah utara negara itu seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (25/12/2016).

Ia kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa Turki ingin melihat zona bebas teror yang aman di Suriah utara untuk menjamin keamanan provinsi sendiri di selatan dan tenggara.

"Kami telah mengatakan ini dari awal. Jika ini tidak ditangani, Gaziantep selalu tergantung pada seutas benang, Kilis selalu tergantung pada seutas benang, Sanliurfa yang tergantung pada seutas benang, "katanya menyebutkan tiga provinsi Turki yang berbatasan Suriah.

"Warga kami sekarat di Gaziantep dan Kilis," kata Erdogan menekankan. Dua kota Turki terletak dekat perbatasan Suriah, dan telah menjadi sasaran serangan teroris.

"Kami memutuskan saat itu bahwa kami akan mengambil peran aktif di Suriah. Utara Suriah merupakan wilayah ancaman bagi Turki. Kami percaya bahwa harus ada zona aman, bebas dari terorisme. Jika tidak, Gaziantep dan Kilis akan selalu berada di bawah ancaman, "katanya, menjelaskan keputusan pemerintah Turki untuk meluncurkan operasi militer di Suriah utara.

Erdogan mengumumkan Turki akan terus menggelar operasi militer Efrat Shield Suriah utara. Operasi tersebut dimulai pada 24 Agustus dimana Ankara mengerahkan pasukan darat dan udara ke Suriah untuk membersihkan ISIS dari daerah perbatasan.

Pasukan Ankara juga terlibat pertempuran dengan pasukan milisi Kurdi YPG dalam beberapa kesempatan. Sejumlah analis menyebut menekan kantong-kantong Kurdi di Suriah adalah tujuan sebenarnya dari operasi militer Efrat Shield.
(ian)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
1 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
2 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
5 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
6 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
7 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved