Trump Bubarkan Yayasan Amalnya Ditengah Ancaman Penyelidikan

Minggu, 25 Desember 2016 - 13:36 WIB
Trump Bubarkan Yayasan...
Trump Bubarkan Yayasan Amalnya Ditengah Ancaman Penyelidikan
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump mengatakan akan membubarkan yayasan amalnya. Pernyataan itu datang setelah kantor Kejaksaan New York memutuskan untuk menggelar penyelidikan. Dana yayasan tersebut dilaporkan digunakan untuk kepentingan kampanye Trump.

Trump mengatakan ia telah memberikan pengarahan kepada penasihatnya untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk membubarkan yayasan Donald J Trump Foundation. Ia mengatakan yayasan tersebut pada dasarnya dioperasikan tanpa biaya selama puluhan tahun dimana seluruh dana yang ada diberikan untuk amal.

"Yayasan ini telah melakukan pekerjaan yang sangat besar baik selama bertahun-tahun dalam memberikan kontribusi jutaan dolar untuk kelompok yang layak menerimanya tak terhitung jumlahnya, termasuk veteran, aparat penegak hukum, dan anak-anak," katanya.

"Aku akan mencurahkan begitu banyak waktu dan energi sebagai presiden dan memecahkan masalah yang dihadapi negara kita dan dunia. Saya tidak menginginkan pekerjaan yang berhubungan dengan kemungkinan konflik kepentingan," imbuhnya seperti dikutip dari Belfast Telegraph, Minggu (25/12/2016).

Trump mengatakan ia akan mengejar upaya filantropi dengan cara lain, tapi tidak menguraikan bagaimana ia akan melakukannya.

Sebelumnya laporan pengembalian pajak 2015 yang diposting lembaga non profit Guidestar menunjukkan yayasan Donald J Trump menunjukkan menggunakan uang atau aset yang melanggar regulasi yang berlaku. Bukan hanya selama tahun 2015, namun juga tahun-tahun sebelumnya.

Peraturan yang dilanggar adalah melarang self dealing oleh badan amal. Larangan ini secara luas didefinisikan sebagai menggunakan uang atau aset untuk menguntungkan Trump, keluarga, perusahaan atau kontributor besar untuk yayasan.

Pengajuan pajak tidak memberikan rincian tentang pelanggaran yang dilakukan. Apakah Trump mendapat keuntungan dari belanja yayasan telah menjadi subjek penyelidikan oleh Jaksa Agung New York Eric Schneiderman.

Amy Spitalnick, sekretaris pers Schneiderman, mengatakan bahwa yayasan tidak dapat secara legal dibubarkan sampai penyelidikan selesai. Yayasan amal diperintahkan untuk segera menghentikan penggalangan dana di New York hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden. Namun kantor Schneiderman mengatakan itu tidak diketahui kapan melakukannya.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
1 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
5 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
7 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
8 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved