HRW: 34 Tewas Akibat Aksi Represif Pasukan Kongo

Kamis, 22 Desember 2016 - 22:29 WIB
HRW: 34 Tewas Akibat...
HRW: 34 Tewas Akibat Aksi Represif Pasukan Kongo
A A A
KINSHASA - Human Rights Watch (HRW) mengatakan pasukan keamanan Republik Demokratik Kongo menewaskan sedikitnya 34 orang selama aksi protes pada pekan ini. Aksi protes muncul untuk mendesak Presiden Joseph Kabila untuk mundur pada akhir mandatnya.

Direktur Afrika Tengah HRW mengatakan di Twitter bahwa kematian, termasuk 19 di ibukota Kinshasa dan lima di pusat pertambangan tenggara Lubumbashi, terjadi pada aksi protes Selasa pagi. HRW sendiri telah memverifikasi lebih banyak laporan kematian seperti dikutip dari Reuters, Kamis (22/12/2016).

Sementara pemerintah Kongo mengatakan 22 orang tewas dalam bentrokan, termasuk seorang polisi. Kebanyakan dari mereka tewas akibat peluru nyasar atau saat penjarahan.

Pihak berwenang mengatakan mereka telah menangkap 275 orang di seluruh negeri, 116 di antaranya tetap dalam tahanan. Aktivis kelompok Lucha, Fred Bauma, mentweet polisi telah menangkap 14 aktivislainnya di timur kota Bukavu, termasuk enam dari kelompok Lucha. Seorang juru bicara polisi tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar terkait hal ini.

Dalam upaya untuk menghindari bentrokan, pembicaraan antara pro dan anti Kabila yang difasilitasi oleh gereja Katolik telah dilakukan. Namun tidak diketahui apa yang telah dicapai dalam pembicaraan itu. Pihak oposisi mengatakan kesepakatan hanya mungkin terjadi jika Kabila mundur dan mengadakan pemilu pada tahun depan.

Konstitusi melarang Kabila untuk tetap memerintah. Namun, pemerintahnya mengatakan tidak dapat melakukan pemilihan presiden yang dijadwalkan bulan lalu sampai setidaknya April 2018. Keterlambatan untuk mendata jutaan pemilih dituding menjadi penyebabnya.

Para pemimpin oposisi mengatakan penundaan itu adalah siasat Kabila untuk tetap berkuasa dan akhirnya mengubah konstitusi untuk kemudian menjadi Presiden lagi. Kabila menyangkal ini, tetapi menolak untuk berkomitmen agar tidak mengubah konstitusi.
(ian)
Berita Terkait
4 Fakta Pemerkosaan...
4 Fakta Pemerkosaan Jadi Senjata pada Perang di Kongo
Wabah Pes Melanda Kongo,...
Wabah Pes Melanda Kongo, Lebih dari 31 Orang Meninggal
PBB: Pemberontak Kongo...
PBB: Pemberontak Kongo Eksekusi Lebih dari 130 Warga Sipil
Pemberontak Kongo Bantai...
Pemberontak Kongo Bantai Puluhan Etnis Pygmy, Beberapa Dipenggal
Kandungan Emas di Gunung...
Kandungan Emas di Gunung Kongo Capai 90% Mineral Berharga di Dunia
Benarkah Munculnya Gunung...
Benarkah Munculnya Gunung Emas dan Sungai Eufrat Mengering Jadi Tanda Kiamat?
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
4 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
6 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved