Video: Ibu Cium 2 Anak sebelum Dikirim untuk Bom Bunuh Diri di Suriah
Kamis, 22 Desember 2016 - 11:01 WIB
Video: Ibu Cium 2 Anak sebelum Dikirim untuk Bom Bunuh Diri di Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Sebuah rekaman video menyedihkan menunjukkan seorang ibu memeluk dan mencium anak-anaknya sebelum mengirim mereka untuk misi bom bunuh diri di kantor polisi di Damaskus, Ibu Kota Suriah. Anak perempuan yang diberi kecupan selamat tinggal itu baru berusia antara tujuh hingga sembilan tahun.
Seorang pria dewasa yang diduga sebagai pencuci otak kedua anak perempuan untuk misi bom bunuh diri juga muncul dalam video yang dilansir Daily Mirror, Rabu (21/12/2016) malam tersebut. Pria berjanggut itu terlihat memberi panduan dan perintah kepada kedua anak tersebut tentang bagaimanan menjalankan misi.
Salah satu dari gadis cilik itulah yang diyakini tewas setelah meledakkan bom bunuh diri di sebuah kantor polisi beberapa waktu lalu. Gadis cilik itu meledakkan bom bunuh diri setelah minta izin menggunakan toilet di kantor polisi.
Ibu yang memberi pelukan dan ciuman selamat tinggal tersebut mengenakan burka. Sedangkan kedua gadis cilik mengenakan topi wol dan syal. Pelukan dan ciuman diberikan di sebuah kamar yang dihiasi bendera hitam.
Menurut media lokal, Al-Watan, ledakan bom bunuh diri itu melukai tiga polisi. Belum jelas siapa yang memerintahkan serangan kepada gadis cilik itu. Tapi, laporan lokal menyebut bahwa ayah mereka adalah anggota Jabhat Fateh al-Sham yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra.
Video menyedihkan itu dirilis hanya beberapa hari setelah serangan teror dengan truk yang dibajak menargetkan pengunjung Pasar Natal di Berlin, Jerman, Senin lalu. Serangan ini menewaskan 12 orang. Kelompok ISIS mengklaim di balik serangan tersebut dengan menyebut sopir truk sebagai prajurit ISIS.
Seorang pria dewasa yang diduga sebagai pencuci otak kedua anak perempuan untuk misi bom bunuh diri juga muncul dalam video yang dilansir Daily Mirror, Rabu (21/12/2016) malam tersebut. Pria berjanggut itu terlihat memberi panduan dan perintah kepada kedua anak tersebut tentang bagaimanan menjalankan misi.
Salah satu dari gadis cilik itulah yang diyakini tewas setelah meledakkan bom bunuh diri di sebuah kantor polisi beberapa waktu lalu. Gadis cilik itu meledakkan bom bunuh diri setelah minta izin menggunakan toilet di kantor polisi.
Ibu yang memberi pelukan dan ciuman selamat tinggal tersebut mengenakan burka. Sedangkan kedua gadis cilik mengenakan topi wol dan syal. Pelukan dan ciuman diberikan di sebuah kamar yang dihiasi bendera hitam.
Menurut media lokal, Al-Watan, ledakan bom bunuh diri itu melukai tiga polisi. Belum jelas siapa yang memerintahkan serangan kepada gadis cilik itu. Tapi, laporan lokal menyebut bahwa ayah mereka adalah anggota Jabhat Fateh al-Sham yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra.
Video menyedihkan itu dirilis hanya beberapa hari setelah serangan teror dengan truk yang dibajak menargetkan pengunjung Pasar Natal di Berlin, Jerman, Senin lalu. Serangan ini menewaskan 12 orang. Kelompok ISIS mengklaim di balik serangan tersebut dengan menyebut sopir truk sebagai prajurit ISIS.
(mas)