Sekitar 50 Ribu Warga Sipil Masih Terjebak di Aleppo
Jum'at, 16 Desember 2016 - 11:44 WIB
Sekitar 50 Ribu Warga Sipil Masih Terjebak di Aleppo
A
A
A
DAMASKUS - Evakuasi warga sipil Suriah dan pemberontak dari Aleppo Timur diperkirakan akan terus berlanjut di hari kedua. Lebih dari 3.000 orang naik bus dari sejumlah distrik yang hancur, namun PBB mengatakan sebanyak 50 ribu orang masih terjebak di Aleppo.
"Sekitar 3.000 warga sipil dan lebih dari 40 orang terluka, termasuk anak-anak, dibawa keluar," kata Kepala Palang Merah Internasional di Suriah, Marianne Gasser, setelah dua konvoi yang membawa warga sipil dan pemberontak meninggalkan Aleppo.
"Tidak ada yang tahu berapa banyak orang yang tersisa di Aleppo timur, dan evakuasi bisa dilakukan beberapa hari," tambahnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (16/12/2016).
Sementara itu utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, memberikan perkiraan angka warga sipil yang masih terjebak di Aleppo timur. "Ada 50 ribu orang, termasuk 40 ribu warga sipil, yang cukup malang untuk tinggal di bagian kota," kata de Mistura.
Para pengungsi ini rencananya akan dipindahkan ke daerah yang dikuasai pemberontak di provinsi tetangga Idlib. Provinsi ini dikendalikan oleh aliansi kelompok pemberontak yang cukung kuat yang mencakup kelompok Jabhat Fateh al-Sham.
Meski begitu, de Mistura telah memperingatkan bahwa para pengungsi menghadapi aksi kekerasan lainnya di Idlib. "Jika tidak ada kesepakatan politik dan gencatan senjata, Idlib akan menjadi Aleppo berikutnya," katanya.
"Sekitar 3.000 warga sipil dan lebih dari 40 orang terluka, termasuk anak-anak, dibawa keluar," kata Kepala Palang Merah Internasional di Suriah, Marianne Gasser, setelah dua konvoi yang membawa warga sipil dan pemberontak meninggalkan Aleppo.
"Tidak ada yang tahu berapa banyak orang yang tersisa di Aleppo timur, dan evakuasi bisa dilakukan beberapa hari," tambahnya seperti dikutip dari BBC, Jumat (16/12/2016).
Sementara itu utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, memberikan perkiraan angka warga sipil yang masih terjebak di Aleppo timur. "Ada 50 ribu orang, termasuk 40 ribu warga sipil, yang cukup malang untuk tinggal di bagian kota," kata de Mistura.
Para pengungsi ini rencananya akan dipindahkan ke daerah yang dikuasai pemberontak di provinsi tetangga Idlib. Provinsi ini dikendalikan oleh aliansi kelompok pemberontak yang cukung kuat yang mencakup kelompok Jabhat Fateh al-Sham.
Meski begitu, de Mistura telah memperingatkan bahwa para pengungsi menghadapi aksi kekerasan lainnya di Idlib. "Jika tidak ada kesepakatan politik dan gencatan senjata, Idlib akan menjadi Aleppo berikutnya," katanya.
(ian)