Proses Evakuasi di Aleppo Timur Ditunda Tanpa Alasan
Rabu, 14 Desember 2016 - 13:50 WIB
Proses Evakuasi di Aleppo Timur Ditunda Tanpa Alasan
A
A
A
ALEPPO - Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, proses evakuasi terhadap warga sipil dan pemberontak dari Aleppo timur ditunda, tanpa alasan yang jelas. Evakuasi ini merupakan kesepakatan antara pemberontak dengan pemerintah Suriah.
"Kelompok pertama harusnya mulai meninggalkan Aleppo timur pada pukul 05:00 pagi (waktu setempat), tapi tidak ada yang meninggalkan kota sampai satu jam kemudian," kata Direktur Observatorium, Rami Abdulrahman,
Abdulrahman, seperti dilansir Al Jazeera Rabu (14/12), mengatakan pihaknya tidak mendapatkan informasi mengapa evakuasi ini belum dilakukan hingga saat ini.
Seorang saksi mata menuturkan melihat adanya puluhan bus menunggu di dekat pusat kota Aleppo. Namun, tidak ada satupun bus tersebut membawa warga sipil keluar dari kota tersebut.
Sebelumnya, pemberontak Suriah menuturkan milisi yang pro terhadap rezim Bashar al-Assad telah menghalangi mereka untuk meninggalkan Aleppo timur. "Milisi Iran meminta orang-orang untuk kembali ke kota," kata Zakaria Malahifji, seorang pejabat salah satu kelompok pemberontak Suriah.
Berdasarkan kesepakatan antara pemberontak dan pemerintah Suriah, Damaskus akan memberikan jaminan keamanan untuk warga sipil dan pemberontak keluar dari Aleppo timur. Kesepakatan ini juga membuat pemerintah Suriah mendapatkan kontrol penuh atas Aleppo timur.
"Kelompok pertama harusnya mulai meninggalkan Aleppo timur pada pukul 05:00 pagi (waktu setempat), tapi tidak ada yang meninggalkan kota sampai satu jam kemudian," kata Direktur Observatorium, Rami Abdulrahman,
Abdulrahman, seperti dilansir Al Jazeera Rabu (14/12), mengatakan pihaknya tidak mendapatkan informasi mengapa evakuasi ini belum dilakukan hingga saat ini.
Seorang saksi mata menuturkan melihat adanya puluhan bus menunggu di dekat pusat kota Aleppo. Namun, tidak ada satupun bus tersebut membawa warga sipil keluar dari kota tersebut.
Sebelumnya, pemberontak Suriah menuturkan milisi yang pro terhadap rezim Bashar al-Assad telah menghalangi mereka untuk meninggalkan Aleppo timur. "Milisi Iran meminta orang-orang untuk kembali ke kota," kata Zakaria Malahifji, seorang pejabat salah satu kelompok pemberontak Suriah.
Berdasarkan kesepakatan antara pemberontak dan pemerintah Suriah, Damaskus akan memberikan jaminan keamanan untuk warga sipil dan pemberontak keluar dari Aleppo timur. Kesepakatan ini juga membuat pemerintah Suriah mendapatkan kontrol penuh atas Aleppo timur.
(esn)