Pemerintah dan Pemberontak Suriah Capai Kesepakatan Soal Aleppo
Rabu, 14 Desember 2016 - 13:03 WIB
Pemerintah dan Pemberontak Suriah Capai Kesepakatan Soal Aleppo
A
A
A
ALEPPO - Pemerintah dan pemberontak Suriah dikabarkan telah mencapai kesepakatan mengenai situasi Aleppo timur. Kesepakatan itu diketahui ditengahi oleh Rusia dan juga Turki.
Menurut pemberontak Suriah, berdasarkan kesepakatan itu, pemerintah Suriah akan memberikan jaminan keamanan untuk warga sipil dan pemberontak keluar dari Aleppo timur. Kesepakatan ini membuat pemerintah Suriah mendapatkan kontrol penuh atas Aleppo timur.
"Kesepakatan telah tercapai untuk evakuasi warga sipil dan pejuang dengan senjata ringan mereka, dari Aleppo timur," kata Yasser al-Youssef, seorang pejabat politik dari kelompok pemberontak Nureddin al-Zinki.
"Kesepakatan itu disponsori oleh Rusia dan Turki, serta akan dilaksanakan dalam beberapa jam ke depan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Rabu (14/12).
Militer Suriah membenarkan adanya kesepakatan tersebut, dan mengatakan evakuasi warga sipil dan pemerontak dari Aleppo timur akan dilakukan pada Rabu pagi (waktu setempat). Militer menyebut, pihak yang akan pertama dievakuasi adalah warga sipil, khususnya wanita dan anak-anak.
Menurut pemberontak Suriah, berdasarkan kesepakatan itu, pemerintah Suriah akan memberikan jaminan keamanan untuk warga sipil dan pemberontak keluar dari Aleppo timur. Kesepakatan ini membuat pemerintah Suriah mendapatkan kontrol penuh atas Aleppo timur.
"Kesepakatan telah tercapai untuk evakuasi warga sipil dan pejuang dengan senjata ringan mereka, dari Aleppo timur," kata Yasser al-Youssef, seorang pejabat politik dari kelompok pemberontak Nureddin al-Zinki.
"Kesepakatan itu disponsori oleh Rusia dan Turki, serta akan dilaksanakan dalam beberapa jam ke depan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Jazeera pada Rabu (14/12).
Militer Suriah membenarkan adanya kesepakatan tersebut, dan mengatakan evakuasi warga sipil dan pemerontak dari Aleppo timur akan dilakukan pada Rabu pagi (waktu setempat). Militer menyebut, pihak yang akan pertama dievakuasi adalah warga sipil, khususnya wanita dan anak-anak.
(esn)