Ingin Bunuh Muslim, Pria Berpisau Tikam Penumpang di Stasiun London

Selasa, 13 Desember 2016 - 00:23 WIB
Ingin Bunuh Muslim,...
Ingin Bunuh Muslim, Pria Berpisau Tikam Penumpang di Stasiun London
A A A
LONDON - Seorang pria bersenjata pisau mengamuk dan menikam seorang penumpang kereta api di stasiun Forest Hill, London, Inggris. Pria itu berteriak ingin membunuh siapa pun yang Muslim.

Sesaat setelah serangan, polisi meluncurkan operasi besar dan berhasil menangkap pria bersenjata pisau tersebut.

Saksi mata, Emma Pinder, mengatakan Mirror Online; ”Orang itu datang berlari keluar dari stasiun dengan pisau dan semua orang mulai berlari dan berteriak”.

”Dia (pelaku) berteriak: 'Siapa pun yang Muslim, saya akan membunuhmu’. Dia mencari siapa yang Muslim. Semua orang berlari dan berteriak-teriak. Dia berjalan naik dan menuruni jalan selama sekitar 15 menit,” ujar Pinder.

”Terlihat di wajah beberapa orang, mereka tampak ketakutan dan sangat takut,” lanjut dia.

Saksi mata kedua, Richard, mengatakan kepada LBC Radio bahwa pria dengan senjata pisau pertama kali mendekati seorang wanita yang mengenakan jilbab di kereta. “Dia mengacung-acungkan pisau ke arahnya dan mengatakan ’saya tidak akan membunuh, hari ini saya inginkan seorang pria Muslim.”

Saksi lain, melalui media sosial, juga menggambarkan bagaimana pelaku ingin menargetkan warga Muslim dalam serangannya.

#Foresthill, penyerang berteriak; ‘Siapa Muslim, saya ingin membunuh seorang Muslim, mendekati pria yang duduk dengan istrinya di kereta 1,” tulis saksi mata, Met-Kastrati dengan di akun Twitter-nya, @KastratiMet.

Polisi London telah mengonfirmasi bahwa seorang pria berusia 38 tahun telah ditangkap karena diduga menganiaya seseorang dan orang kedua berusia 40-an tahun telah dibawa ke rumah sakit dengan luka serius namun tidak mengancam jiwanya.

Pihak kepolisi menambahkan bahwa mereka tidak menganggap serangan itu sebagai tindakan terorisme.

Kepala Detektif setempat, Inspektur Paul Langley, mengatakan serangan itu mengkhawatirkan. ”Ini adalah serangan yang serius pada orang di siang hari dan kami menyadari bahwa penumpang lain mungkin telah melihat apa yang terjadi atau diancam,” katanya.

”Kami telah berbicara dengan banyak saksi dari kereta, tetapi jika Anda melihat apa yang terjadi dan belum menghubungi polisi, silakan melakukannya secepat mungkin,” ujar Langley.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
9 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved