Menhan Inggris Sebut Rusia Pesaing Strategis Bukan Mitra Barat
Minggu, 11 Desember 2016 - 17:53 WIB
Menhan Inggris Sebut Rusia Pesaing Strategis Bukan Mitra Barat
A
A
A
LONDON - Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris, Michael Fallon, mengatakan ia siap untuk bekerja sama dengan mitranya asal Amerika Serikat (AS) yang baru. Namun ia menegaskan bahwa negara-negara Barat tidak bisa memperlakukan Rusia sebagai mitra sejajar dan diperlukan pemahaman bahwa negara itu adalah pesaing strategis.
"Saya siap untuk bekerja dengan Menteri Pertahanan AS yang baru Jim Mattis untuk menurunkan ketegangan dengan Moskow dan seperti yang saya katakan kita terus bekerja sama dengan Rusia agar bisa ke pemukiman di Suriah," kata Fallon.
"Kita tidak bisa memperlakukan Rusia sebagai mitra sejajar. Rusia adalah pesaing strategis bagi negara Barat dan kita harus mengerti itu," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/12/2016).
Sebelum terpilih menjadi Presiden AS, Donald Trump dalam sejumlah kampanyenya mengatakan bahwa ia ingin bekerja sama dengan Rusia untuk melawan ISIS. "Ketika Anda berpikir tentang hal itu, tidak akan lebih baik jika kita berteman dengan Rusia? Bukankah lebih baik jika kita bersama-sama dengan Rusia dan mengetuk neraka keluar dari ISIS," katanya saat kampanye di bulan Juli lalu.
Meski begitu, bagaimana Trump akan mewujudkan kerja sama itu belum jelas. Ia belum menunjuk sekretaris negara, dan beberapa anggota kabinet saat ini dan calon tim keamanan nasional presiden terpilih ini telah menyuarakan pandangan yang skeptis.
"Saya siap untuk bekerja dengan Menteri Pertahanan AS yang baru Jim Mattis untuk menurunkan ketegangan dengan Moskow dan seperti yang saya katakan kita terus bekerja sama dengan Rusia agar bisa ke pemukiman di Suriah," kata Fallon.
"Kita tidak bisa memperlakukan Rusia sebagai mitra sejajar. Rusia adalah pesaing strategis bagi negara Barat dan kita harus mengerti itu," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/12/2016).
Sebelum terpilih menjadi Presiden AS, Donald Trump dalam sejumlah kampanyenya mengatakan bahwa ia ingin bekerja sama dengan Rusia untuk melawan ISIS. "Ketika Anda berpikir tentang hal itu, tidak akan lebih baik jika kita berteman dengan Rusia? Bukankah lebih baik jika kita bersama-sama dengan Rusia dan mengetuk neraka keluar dari ISIS," katanya saat kampanye di bulan Juli lalu.
Meski begitu, bagaimana Trump akan mewujudkan kerja sama itu belum jelas. Ia belum menunjuk sekretaris negara, dan beberapa anggota kabinet saat ini dan calon tim keamanan nasional presiden terpilih ini telah menyuarakan pandangan yang skeptis.
(ian)