Protes Pernyataan PM May, Teheran Panggil Dubes Inggris

Minggu, 11 Desember 2016 - 04:58 WIB
Protes Pernyataan PM...
Protes Pernyataan PM May, Teheran Panggil Dubes Inggris
A A A
TEHERAN - Pemerintah Iran memanggil Duta Besar Inggris untuk Iran, Nicholas Hopton, Sabtu (10/12). Pemanggilan ini dilakukan untuk menyampaikan protes atas pernyataan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Teheran menilai, May telah melakukan ‘campur tangan’, setelah PM wanita itu menyatakan akan membantu mengatasi pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini dilontarkan May di hadapan pemimpin-pemimpin negara Teluk.

“Pernyataan yang tidak bertanggungjawab, provokatif, dan memecah belah yang dikeluarkan oleh Theresa May di KTT Teluk tidak dapat diterima dan kami menolaknya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Ghasemi, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Menurut Ghasemi, pernyataan May itu bertentangan dengan perkembangan hubungan normal Iran dan Inggris. "Diharapkan, komentar yang tidak dapat diterima tersebut, tak akan dilontarkan lagi," lanjutnya. Iran dan Inggris memang telah memperbaiki hubungan sejak 2015, yang ditandai dengan membuka kembali kedutaan masing-masing.

Iran juga mengaku heran dengan pandangan Inggris terhadap negara-negara Teluk. "Sangat disayangkan dan mengherankan, bahwa para pejabat Inggris dan Perdana Menteri telah gagal untuk mencatat, bahwa beberapa negara di kawasan menerapkan kebijakan yang jelas mendukung terorisme. Sementara kebijakan Iran di kawasan didasarkan pada perdamaian dan keamanan,” jelasnya.

Selama ini, Iran dan negara-negara Teluk pimpinan Arab Saudi memang kerap berseberangan dalam memandang isu-isu di Timur Tengah. Yang paling mencolok adalah perbedaan dalam menyikapi konflik di Suriah dan Yaman.
(esn)
Berita Terkait
Inggris Nilai Embargo...
Inggris Nilai Embargo Senjata Bisa Jadi 'Senjata' Tekan Iran
Inggris-Prancis Kutuk...
Inggris-Prancis Kutuk Sikap Keras Iran pada Demonstran
Iran Bongkar Jaringan...
Iran Bongkar Jaringan Demonstran Asing, Tuding Inggris Terlibat
Suasana Terkini Stadion...
Suasana Terkini Stadion Khalifa Jelang Laga Inggris vs Iran di Piala Dunia 2022 Qatar
Inggris Ikut Gempur...
Inggris Ikut Gempur Iran, Teheran: Membahayakan Nyawa Warganya
Prancis, Jerman, dan...
Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Gabung Perang Keroyok Iran
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
4 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
5 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
6 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
7 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved