Rouhani: Kami Tak Akan Biarkan Trump Robek Kesepakatan Nuklir
Selasa, 06 Desember 2016 - 22:41 WIB
Rouhani: Kami Tak Akan Biarkan Trump Robek Kesepakatan Nuklir
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan, negaranya tidak akan membiarkan Donald Trump merobek perjannjian nuklir dengan Barat. Ia juga memperingatkan bahwa perpanjangan sanksi yang disahkan Kongres pekan lalu bisa menjadi pelanggaran kesepakatan.
"Iran adalah satu-satunya negara yang, seperti yang dinyatakan pemimpin tertinggi kami (Ayatollah Ali Khamenei), tidak akan meratap atau merayakan Trump berkuasa. Kami akan mengikuti jalan kami sendiri," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (6/12/2016).
"Presiden AS terpilih mungkin ingin banyak hal, ia mungkin ingin melemahkan atau merobek Barjam, tapi apakah kita dan bangsa kita akan membiarkan hal itu? AS tidak bisa mempengaruhi jalan kekuatan dan daya tahan kami," imbuhnya merujuk pada perjanjian nuklir.
Rouhani juga mengatakan bahwa komite yang bertugas memantau pelaksanaan kesepakatan itu akan memeriksa apakah sanksi yang dijatuhkan AS melanggar perjanjian. Rouhani menegaskan bahwa Teheran akan membalas hal tersebut jika sanksi tersebut bersifat memaksa.
"Beberapa teman kami dan kami memiliki hubungan baik dengan mereka, tapi musuh kita (AS), menempatkan tekanan kepada kami," katanya.
"AS melanggar dan terus melanggar. Ada dua skenario sehubungan dengan contoh terbaru dari tindakan memperluas sanksi Iran; jika bersifat memaksa maka itu sangat jelas dan terang menerobos Barjam, dan mereka akan melihat reaksi keras dari kami, dan negara kita bersatu dalam reaksi terhadap pelanggaran kesepakatan," katanya lagi.
"Bahkan jika presiden AS menandatangani perpanjangan itu dan mengecualikannya, kita masih akan mempertimbangkan itu sebuah pelanggaran kesepakatan, dan kami akan bereaksi," tukasnya.
"Iran adalah satu-satunya negara yang, seperti yang dinyatakan pemimpin tertinggi kami (Ayatollah Ali Khamenei), tidak akan meratap atau merayakan Trump berkuasa. Kami akan mengikuti jalan kami sendiri," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (6/12/2016).
"Presiden AS terpilih mungkin ingin banyak hal, ia mungkin ingin melemahkan atau merobek Barjam, tapi apakah kita dan bangsa kita akan membiarkan hal itu? AS tidak bisa mempengaruhi jalan kekuatan dan daya tahan kami," imbuhnya merujuk pada perjanjian nuklir.
Rouhani juga mengatakan bahwa komite yang bertugas memantau pelaksanaan kesepakatan itu akan memeriksa apakah sanksi yang dijatuhkan AS melanggar perjanjian. Rouhani menegaskan bahwa Teheran akan membalas hal tersebut jika sanksi tersebut bersifat memaksa.
"Beberapa teman kami dan kami memiliki hubungan baik dengan mereka, tapi musuh kita (AS), menempatkan tekanan kepada kami," katanya.
"AS melanggar dan terus melanggar. Ada dua skenario sehubungan dengan contoh terbaru dari tindakan memperluas sanksi Iran; jika bersifat memaksa maka itu sangat jelas dan terang menerobos Barjam, dan mereka akan melihat reaksi keras dari kami, dan negara kita bersatu dalam reaksi terhadap pelanggaran kesepakatan," katanya lagi.
"Bahkan jika presiden AS menandatangani perpanjangan itu dan mengecualikannya, kita masih akan mempertimbangkan itu sebuah pelanggaran kesepakatan, dan kami akan bereaksi," tukasnya.
(ian)