Dua Kuburan Massal Ditemukan di Pinggiran Mosul
Minggu, 27 November 2016 - 17:16 WIB
Dua Kuburan Massal Ditemukan di Pinggiran Mosul
A
A
A
BAGHDAD - Dua kuburaan massal ditemukan oleh pasukan gabungan Irak di Sinjar, yang berada di pinggiran kota Mosul. Ini adalah kuburan massal terbaru yang ditemukan pasukan gabungan Irak, semenjak operasi pembebasan Mosul digelar bulan lalu.
Unit militer Kurdi atau Peshemerga, sebagai penemu kuburan massal ini mengatakan, kuburan itu ditemukan di persimpangan Shababit, dan berisisi tulang dan kartu identitas yang tampaknya telah tertutup dengan tanah berpasir. Mereka yakin para korban adalah warga Yazidi.
Peshmerga, seperti dilansir Reuters pada Minggu (27/11) menyatakan, setidaknya ada 18 jenazah yang ditemukan. Sayangnya mereka tidak merinci apakah jumlah tersebut adalah jumlah total atau hanya berdasarkan jumlah kuburan.
Sementara itu, Walikota Sinjar, Mahma Xelil mengatakan, penemuan terbaru membuat jumlah kuburan massal Yazidi ditemukan sejauh ini adalah 29 kuburan. Dia memperkirakan total akan meningkat menjadi lebih dari 40, sejalan dengan terus majunya posisisi pasukan gabungan.
ISIS seperti diketahui secara sistematis membunuh, menangkap dan memperbudak ribuan kaum Yazidi sejak musim panas 2014 atau ketika mereka menyerbu daerah Sinjar. PBB mengatakan, tindakan ISIS itu masuk dalam kategori genosida.
Unit militer Kurdi atau Peshemerga, sebagai penemu kuburan massal ini mengatakan, kuburan itu ditemukan di persimpangan Shababit, dan berisisi tulang dan kartu identitas yang tampaknya telah tertutup dengan tanah berpasir. Mereka yakin para korban adalah warga Yazidi.
Peshmerga, seperti dilansir Reuters pada Minggu (27/11) menyatakan, setidaknya ada 18 jenazah yang ditemukan. Sayangnya mereka tidak merinci apakah jumlah tersebut adalah jumlah total atau hanya berdasarkan jumlah kuburan.
Sementara itu, Walikota Sinjar, Mahma Xelil mengatakan, penemuan terbaru membuat jumlah kuburan massal Yazidi ditemukan sejauh ini adalah 29 kuburan. Dia memperkirakan total akan meningkat menjadi lebih dari 40, sejalan dengan terus majunya posisisi pasukan gabungan.
ISIS seperti diketahui secara sistematis membunuh, menangkap dan memperbudak ribuan kaum Yazidi sejak musim panas 2014 atau ketika mereka menyerbu daerah Sinjar. PBB mengatakan, tindakan ISIS itu masuk dalam kategori genosida.
(esn)