PM Najib Bilang Warga Malaysia Muak dengan Demonstrasi Bersih

Minggu, 20 November 2016 - 15:29 WIB
PM Najib Bilang Warga...
PM Najib Bilang Warga Malaysia Muak dengan Demonstrasi Bersih
A A A
LIMA - Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, memberi tanggapan terhadap aksi demonstrasi bersih yang memintanya untuk mundur karena terlibat kasus korupsi. Najib mengatakan ia percaya jika warga Malaysia telah muak dengan jajak pendapat kelompok reformasi dan demonstrasi.

Ia pun mengecam seruan sejumlah kelompok agar dirinya mengundurkan diri. Ia mengatakan bahwa aksi menjatuhkan pemerintahan yang sah melalui tindakan pembangkangan adalah tindakan inkonstitusional dan melanggar hukum.

"Kami, warga Malaysia, harus menjunjung tinggi prinsip supremasi hukum, jika tidak akan ada kekacauan di negara ini dan orang-orang akan menderita," kata di sela-sela pertemuan pemimpin APEC di Lima, Peru, seperti dikutip dari Asian Correspondent, Minggu (20/11/2016).

Ia pun mengungkapkan pandangannya tentang keberadaan Mahathir Mohamad dalam aksi demontrasi di Ibu Kota. Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh mantan perdana menteri itu dan mantan mentornya itu melawan prinsip-prinsipnya sendiri di masa lalu.

Ia kemudian mencontohkan bahwa aksi demonstrasi Bersih adalah hal yang tidak mungkin terjadi dalam kepemimpinan Mahathir Mohamad yang berkuasa selama 22 tahun. Najib juga mengatakan bahwa apa yang Mahathir katakan tentang perekonomian nasional semata-mata adalah retorika untuk bahan bakar kampanye guna menyingkirkannya.

"Jika kita berada dalam krisis ekonomi, pasti lembaga rating akan menurunkan peringkat kami. IMF (Dana Moneter Internasional) dan Bank Dunia akan mengeluarkan kritik dan membahas langkah-langkah yang pemerintah harus mengadopsi," kata dia. Ia menambahkan, tidak adanya langkah-langkah itu membuktikan Malaysia berada di tangan yang baik dan tidak ada alasan untuk cemas.

Puluhan ribu warga Malaysia membanjiri jalan-jalan ibukota pada hari Sabtu untuk melakukan aksi demonstrasi Bersih 5. Aksi protes ini diselenggarakan oleh kelompok jajak pendapat reformasi Bersih 2.0 untuk menuntut reformasi demokratis, pemerintahan yang bersih dan pengunduran diri Najib Razak.
(ian)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
22 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved